Pandangan al-Dzahabī terhadap Tafsir Sufistik al-Sulamī dalam al-Tafsīr wa al-Mufassirūn

Authors

  • Darmawan Darmawan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Author
  • Halimatussa'diyah Halimatussa'diyah Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Author
  • Rahmat Hidayat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Author

DOI:

https://doi.org/10.61994/alshamela.v4i1.1437

Keywords:

al-Dzahabī, Al-Sulamī, tafsir sufistik, Al-Tafsīr wa al-Mufassirūn

Abstract

Salah satu ulama terkemuka yang memberikan keterangan terhadap kitab-kitab tafsir klasik adalah Muhammad Husayn al-Dzahabī melalui kitabnya al-Tafsīr wa al-Mufassirūn. Di antara kitab tafsir yang dibahas adalah Haqā’iq al-Tafsīr karya karya al-Sulamī, yang bercorak sufistik. Dalam kitabnya tersebut, al-Dzahabī memaparkan pandangannya terhadap karakter dan metode tafsir sufistik yang digunakan oleh al-Sulamī. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis pandangan al-Dzahabī terhadap kitab tafsir Haqa’iq at-Tafsir karya al-Sulamī. Menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analisis, data diperoleh melalui kajian pustaka terhadap literatur-literatur terkait. Analisis dilakukan dengan melihat bagaimana pandangan dan kritik al-Dzahabī terhadap tafsir sufistik al-Sulamī dan menyingkap posisi metodologis al-Dzahabī terhadap tafsir sufistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Dzahabī mengakui nilai spiritual serta dimensi keimanan yang terkandung dalam tafsir al-Sulamī. Pada dasarnya, ia tidak menolak secara keseluruhan karya Haqā’iq al-Tafsīr, bahkan dalam beberapa bagian tampak memberikan pembelaan melalui tanggapan yang proporsional terhadap berbagai kritik yang diajukan oleh para ulama. Sikap tersebut merefleksikan pendekatan yang moderat dan ilmiah dalam menilai tafsir sufistik, yakni dengan tetap menghargai aspek spiritualitas tanpa mengabaikan ketelitian metodologis dalam proses penafsiran. Penelitian ini berkontribusi terhadap penerimaan tafsir isyārī dalam konteks yang lebih luas dari penafsiran al-Qur’an berdasarkan pandangan Dhahabī.

References

Amir, Ahmad Nabil. “Kitab Al-Tafsir wa al-Mufassirun dan Pengaruhnya dalam Kajian Tafsir.” Jurnal Iman dan Spiritualitas 1, no. 3 (2021): 280–285. https://doi.org/10.15575/jis.v1i3.12570.

Ariyadri, Acep. “Epistemologi Corak Tafsir Sufistik.” Ulumul Qur’an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 2, no. 1 (2022): 1–17. https://doi.org/10.58404/uq.v2i1.89.

Böwering, Gerhard. “The Mystical Vision of Existence in Classical Islam.” Journal of the Royal Asiatic Society 113, no. 1 (2011): 323–335.

Dhahabī, Muhammad Husain al-. Al-Tafsīr wa al-Mufassirūn. Kairo: Maktabah Wahbah, 2000.

Fransiska, Faridah, Ziyad Ulhaq, dan Ade Naelul Huda. “Taqarrub in the Perspective of Sufi Exegesis: A Comparative Study of Haqāʾiq al-Tafsīr by Abū ʿAbd al-Raḥmān al-Sulamī (d. 412 H) and Laṭāʾif al-Ishārāt by Abū al-Qāsim al-Qushayrī (d. 465 H).” At-Turots: Jurnal Pendidikan Islam 7, no. 2 (2025): 1615–1634. https://doi.org/10.51468/jpi.v7i2.1065.

Knysh, Alexander D. Islamic Mysticism: A Short History. Leiden: Brill, 2010.

Mairizal, T. “Epistemologi Tafsir Ishari: Kajian terhadap Kitab Haqā’iq al-Tafsīr karya Abu ‘Abd al-Rahman al-Sulamī.” Basha’ir: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Tafsir 5, no. 1 (2025): 41–53. https://doi.org/10.47498/bashair.v5i1.4654.

Muttaqin, Sufyan. “Nilai-Nilai Taqarrub dalam Pemikiran Abu Abdurrahman As-Sulami: Analisis Isi terhadap Karya-Karya Tasawufnya.” Pendas: Jurnal Pendidikan Ilmiah Dasar 10, no. 4 (2025): 314. https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.34175.

———. “Tafsir Batin dalam Perspektif Sufi: Studi Analisis terhadap Metode Tafsir Al-Qur'an dalam Karya Abu Abd al-Rahman al-Sulami.” Pendas: Jurnal Pendidikan Ilmiah Dasar 10, no. 2 (2025): 221–230. https://doi.org/10.23969/jp.v10i02.26610.

Sands, Kristin Zahra. Sufi Commentaries on the Qur’an in Classical Islam. London: Routledge, 2006.

Sari, Milya, dan Asmendri Asmendri. “Penelitian Kepustakaan (Library Research) dalam Penelitian Pendidikan IPA.” Natural Science 6, no. 1 (2020): 41–53. https://doi.org/10.15548/nsc.v6i1.1555.

Saleh, Walid A. “Preliminary Remarks on the Historiography of Tafsir in Arabic.” Journal of Qur’anic Studies 12, no. 1–2 (2010): 6–40. https://doi.org/10.3366/jqs.2010.0101.

Setiawan, Johan, dan Albi Anggito. Metodologi Penelitian Kualitatif. Sukabumi: CV Jejak, 2018.

Sofiudin, Muh. “Tasawuf Abd al-Rahman al-Sulamī (Perspektif Historis).” Refleksi 18, no. 2 (2018): 183–205. https://doi.org/10.14421/ref.v18i2.1865.

Sulamī, Abu Abdurrahman al-. Haqā’iq al-Tafsīr. Diedit oleh Sayyid ʿImrān. Beirut: Dār al-Kutub al-ʿIlmiyyah, 2001.

Tanjung, Tri Nurcahyani Sari, dan Zulfi Fadhlurrahman. “Kritik al-Dhahabi terhadap Tafsir Falsafi: Studi Kitab Al-Tafsīr wa al-Mufassirūn.” Mukaddimah: Jurnal Studi Islam 10, no. 2 (2025): 393–394.

Yahya, Muhammad, et al. “Karakteristik Tafsir Sufistik Indonesia.” Jurnal Iman dan Spiritualitas 2, no. 1 (2022): 25–34. https://doi.org/10.15575/jis.v2i1.15786.

Zulfikar, Eko. “Takut Kepada Allah Dalam Al-Qur’an: Analisis Tafsir Sufistik Ayat-Ayat Khasyyatullah”, Hermeneutik: Jurnal Ilmu Al Qur’an dan Tafsir 13, no. 1 (2019).

Downloads

Published

2026-04-10

How to Cite

Darmawan, D., Halimatussa'diyah, H., & Rahmat Hidayat. (2026). Pandangan al-Dzahabī terhadap Tafsir Sufistik al-Sulamī dalam al-Tafsīr wa al-Mufassirūn. Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies, 4(1), 1-12. https://doi.org/10.61994/alshamela.v4i1.1437