Analisis Kaidah Istifhām dalam QS. al-Mā’ūn [107]: 1: Perspektif Tafsir Mafātīḥ al-Gayb dan Ṣafwah at-Tafāsīr
DOI:
https://doi.org/10.61994/alshamela.v4i1.2216Keywords:
Istifhām, QS. Al-Mā’ūn, Mafātīḥ al-Gayb, Ṣafwah at-TafāsīrAbstract
Al-Qur'an menggunakan berbagai uslub kebahasaan untuk menyampaikan pesan-pesan ilahiah secara efektif, salah satunya melalui istifhām. Dalam kajian balagah, istifhām tidak selalu berfungsi sebagai pertanyaan yang bertujuan memperoleh jawaban, tetapi juga memiliki fungsi retoris sesuai dengan konteks ayat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kaidah istifhām pada QS. al-Mā’ūn [107]: 1 serta mengungkap makna dan fungsi retoris lafaz ara'aita berdasarkan perspektif Tafsir Mafātīḥ al-Ghayb karya Fakhr al-Dīn al-Rāzī dan Ṣafwah at-Tafāsīr karya Muhammad 'Alī as-Ṣābūnī. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lafaz ara'aita pada QS. al-Mā’ūn [107]: 1 tidak termasuk istifhām haqīqī, melainkan istifhām majāzī yang mengikuti kaidah keempat dalam isifham, yaitu perubahan makna menjadi akhbirnī "beritahukan kepadaku" ketika hamzah istifhām masuk pada kata ra'ayta. Menurut al-Rāzī, bentuk tersebut mengandung makna ta'ajjub yang mengekspresikan keheranan terhadap perilaku pendusta agama, sedangkan as-Ṣābūnī memaknainya sebagai gabungan ta'ajjub dan tasywīq yang bertujuan menarik perhatian pembaca terhadap pesan pada ayat-ayat berikutnya. Dengan demikian, istifhām dalam QS. al-Mā’ūn [107]: 1 berfungsi sebagai strategi retoris untuk menegaskan kecaman, membangun perhatian, dan memperkuat pesan moral mengenai keimanan dan tanggung jawab sosial, sehingga memperlihatkan pentingnya analisis kebahasaan dalam memahami makna Al-Qur'an.
References
Al-Hāsyimī, Ahmad bin Ibrāhīm bin Muṣṭafā. Jawāhir al-Balāgah fī al-Ma’ānī wa al-Bayān wa al-Badī’. Beirut: al-Maktabah al-‘Aṣriyyah, 1431 H.
Al-Jārim, Ali, dan Mustafā Amīn. Al-Balāgah al-Wāḍiḥah. Kairo: Dār al-Ma‘ārif, t.t.
Al Rasyid, Harun, Muhammad Helmi Ridho, Nurul Hartini." Analisis Istifhām Dalam Qs. Al-Baqarah 258 (Studi Analisis Balaghah)." Innovative: Journal of Social Science Research 4, no. 3 (2024): 18108-18120. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i3.12696.
Al-Rāzī, Fakhr al-Dīn. Al-Tafsīr al-Kabīr aw Mafātīḥ al-Ghayb. Juz 32. Beirut: Dār al-Fikr, 1981.
Al-Sabt, Khālid bin ‘Uṡmān. Qawāid at-Tafsir. Jilid 2. Madinah: Dār Ibn ‘Affān, 1415 H.
As-Sābūnī, Muhammad ‘Alī. Safwah at-Tafāsir. Beirut: Dār al-Qur’ān al-Karīm, 2014.
As-Suyūṭī, Jalāluddin. Al-Itqān fī ‘Ulūm al-Qur’ān. Jilid 3. Arab: al-Mamlakah al-‘Arabiyyah as-Su‘ūdiyyah, t.t.
Fitri, Nahdatul et. Al. “Epistemologi Tafsir Mafātīḥ al-Gayb Karya Fakhr al-Dīn al-Rāzī: Kajian atas Pendekatan Rasional dan Teologis,” Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Studi Islam 3, no. 1 (2025). https://doi.org/10.64341/jiqsi.v3i1.32
Hafidz Abdul et. al. “The Uniqueness of ‘Ali Al-Shabuni’s Methodology in the Book of Shafwah Al-Tafasir : Study to the Interpretation of Surah Al-Rahman,” Aloha International Journal of Multidisciplinary Advancement 3, no. 5 (2025). https://doi.org/10.33846/aijmu30501
Hakimi, Pandi dan Misnawati. “Fungsi Retoris Istifhām dalam Surah Al-Mulk: Analisis Balaghah pada Ayat-ayat Terpilih,” Lathaif 5, no. 1 (2026), https://doi.org/10.31958/lathaif.v5i1.17115
Hanafi, Wahyu. “Semiotika Al-Qur’an: Representasi Makna Verba Reflektif Perilaku Manusia dalam Surat Al-Mā’ūn dan Bias Sosial Keagamaan,” Dialogia 15, no. 1 (2017). https://doi.org/10.21154/dialogia.v15i1.1182
Izzan, Ahmad. Studi Kaidah Tafsir Al-Qur'an: Menilik Keterkaitan Bahasa Tekstual dan Makna Kontekstual Ayat. Bandung: Humaniora, t.t.
Ismirah, Najiyah et. al. “Asalib Istifhām dalam Al-Qur’an Al-Karim Juz 11-12 (Dirasah Tahliliyah Balaghiyyah).” Jurnal Sarjana Ilmu Budaya 5, no. 1 (2025), https://doi.org/10.12259/jsib.v5i01%20(Januari).43030
Lisana, Ni'matul et. al. “Kata Tanya (Istifhām) dalam Al-Qur'an Juz 20: Analisis Semantik.” Journal of Arabic Learning and Teaching 10, no. 1 (2021), https://doi.org/10.15294/la.v10i1.48178
Maulana, Muhamad Erpian. “Istifhām dalam Surah Al-Qiyamah: Suatu Kajian Kebahasaan.” Jurnal Ushuluddin 12, no. 1 (2022), https://doi.org/10.36781/kaca.v12i1.185
Nurdiyanto, Ade. “Istifhām dalam Al-Qur'an: Studi Analisa Balaghah.” Jurnal Studi Agama 4, no. 1 (2016), https://doi.org/10.35888/el-wasathiya.v4i1.2349
Ramadani, Laili Maya dan Muhamad Ischaac. “Telaah Perangkat dan Makna Istifhām dalam Al-Qur’an Perspektif Moralitas dan Teologi Islam,” Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Hadits 2, no. 1 (2023). https://doi,org/10.35931/am.v2i1.4048
Rasyid, Al Harun et. Al. “Analisis Istifhām dalam QS. Al-Baqarah 258 (Studi Analisis Balaghah).” Journal of Social Science Research 4, no. 3 (2024), https://doi.org/10.31004/innovative.v4i3.12696
Sari, Milya, dan Asmendri. “Penelitian Kepustakaan (Library Research) dalam Penelitian Pendidikan IPA.” Natural Science 6, no. 1 (2020), https://doi.org/10.15548/nsc.v6i1.1555
Tim Penerjemah. Al-Qur’an dan Terjemahnya Edisi Penyempurnaan 2019. Jakarta: LPMQ, 2019.
Yulizar, Muhammad Adriani. "Uslub Hamzah Istifhām Sebagai Salah Satu Bentuk Dialektika Dialogis Al-Qur’an." Al-Fathin: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab 4, no. 02 (2021).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Imroatul Hasanah, Ruly Pebri Andini Putri, Kholiviatus Sholekhah, Ainur Rahmah, Nurul Ashriyah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.








