Studi Literatur : Fenomena Digital Stress Pada Mahasiswa Gen-Z Dalam Perspektif Psikologi
DOI:
https://doi.org/10.61994/jcss.v4i1.1422Keywords:
Gen-z University Student, DIgital Stress, PsychologyAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena digital stress pada mahasiswa Generasi Z dalam perspektif psikologi melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan dengan menelusuri, menelaah, dan mensintesis artikel ilmiah serta hasil penelitian relevan yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa digital stress dipengaruhi oleh paparan teknologi digital yang berlebihan, tuntutan akademik berbasis digital yang menuntut respons cepat, tekanan sosial di ruang daring, serta keterbatasan kemampuan regulasi diri, yang berdampak pada kelelahan kognitif, kecemasan, gangguan konsentrasi, kelelahan emosional, dan penurunan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digital stress merupakan fenomena multidimensional yang terbentuk dari interaksi faktor kognitif, sosial, emosional, dan lingkungan digital, sehingga diperlukan upaya preventif melalui penguatan literasi digital, pengelolaan penggunaan teknologi secara adaptif, peningkatan regulasi diri, serta dukungan psikologis bagi mahasiswa.
References
Aditya, F. R. (2014). Pengembangan media pembelajaran menggambar 3 dimensi pada standar kompetensi menggambar dengan perangkat lunak (Skripsi diterbitkan). Universitas Negeri Surabaya.
Anggraini, F. (2016). Penerapan media AutoCAD 3D pada mata pelajaran gambar konstruksi bangunan terhadap hasil belajar siswa kelas XI TGB SMK Negeri 1 Sidoarjo (Skripsi diterbitkan). Universitas Negeri Surabaya.
Ansori, S. (2013). Tip dan trik AutoCAD 2014 untuk teknik mesin dan bangunan. PT Alex Media Komputindo.
Arsyad, A. (2010). Media pembelajaran. PT Raja Grafindo Persada.
Berry, J. W., Poortinga, Y. H., Breugelmans, S. M., Chasiotis, A., & Sam, D. L. (2011). Cross-cultural psychology: Research and applications (3rd ed.). Cambridge University Press.
Chua, H. F., Boland, J. E., & Nisbett, R. E. (2021). Cultural variation in eye movements during scene perception. PNAS, 118(11).
Dadi, F. (2024). Kecanduan media sosial dan dampaknya terhadap kesehatan mental mahasiswa: Tinjauan pustaka. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 6(1), 45–55.
Dewi, M. K. (2023). Overexposure media sosial dan dampaknya terhadap tingkat kecemasan remaja. Ciencias: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, 5(2), 112–120.
Djojonegoro, W. (1999). Pengembangan sumber daya manusia melalui sekolah menengah kejuruan. Balai Pustaka.
George, M. J., Jensen, M. R., Russell, M. A., Gassman-Pines, A., Copeland, W. E., Hoyle, R. H., & Odgers, C. L. (2021). Young adolescents’ digital technology use, perceived digital stress, and mental health symptoms: A prospective study. Journal of Research on Adolescence, 31(3), 678–692.
Gunawan, A. (2024). Tekanan interaksi digital pada mahasiswa generasi Z: Perspektif psikologi sosial. Jurnal Psikologi Sosial dan Media, 3(1), 30–42.
Hasanah, R. (2024). Beban kognitif dan multitasking digital pada mahasiswa: Analisis psikologi kognitif. Jurnal Pendidikan dan Psikologi, 12(1), 55–67.
Huang, Y., & Han, J. (2021). Language and cognition: Cultural influences on spatial-temporal reasoning. Cognitive Science, 45(6).
Jintar, T., & Septian, A. (2015). Pengaruh pembelajaran menggunakan media tiga dimensi (3D) terhadap hasil belajar menggambar dengan perangkat lunak kelas XI SMK Negeri 2 Meulaboh (Skripsi diterbitkan). Universitas Negeri Medan.
Kemp, S. (2025). Digital 2025: Indonesia. Data Reportal.
Krippendorff, K. (1993). Analisis isi: Pengantar teori dan metodologi. Citra Niaga Rajawali Press.
Kuhlthau, C. C. (2002). Teaching the library research. Scarecrow Press Inc.
Lau, I. Y., Chiu, C. Y., & Hong, Y. Y. (2023). Culture and perception: Holistic vs analytic cognition revisited. Journal of Cross-Cultural Psychology, 54(2), 123–140.
Mardalis. (1999). Metode penelitian: Suatu pendekatan proposal. Bumi Aksara.
Matlin, M. W., & Farmer, T. A. (2016). Cognitive psychology (9th ed.). Wiley.
Matsumoto, D., & Juang, L. (2017). Culture and psychology (6th ed.). Cengage.
Maulana, B. A. (2014). Penerapan media pembelajaran bangun tiga dimensi dan software AutoCAD untuk meningkatkan hasil belajar gambar sket di SMKN 5 Surabaya (Skripsi diterbitkan). Universitas Negeri Surabaya.
Mirzaqon, A. (n.d.). Studi kepustakaan mengenai landasan teori dan praktik konseling expressive writing (Skripsi diterbitkan). Universitas Negeri Surabaya.
Neisser, U. (1967). Cognitive psychology. Appleton-Century-Crofts.
Ningsih, R. (2012). Penerapan media pembelajaran AutoCAD dengan model kooperatif STAD untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMK Negeri 5 Surakarta (Skripsi diterbitkan). Universitas Sebelas Maret.
Putri, S. N. (2023). Strategi digital minimalism untuk mengurangi stres digital pada mahasiswa. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 7(2), 98–107.
Riduwan. (2013). Dasar-dasar statistika. Alfabeta.
Sabarguna, B. S. (2005). Analisis data pada penelitian kualitatif. UI Press.
Sadiman, A., dkk. (2008). Media pendidikan: Pengertian, pengembangan, dan pemanfaatannya. Raja Grafindo Persada.
Septian, D. (2015). Penerapan model pembelajaran Practice Rehearsal Pairs dengan AutoCAD 3D di SMKN 2 Surabaya (Skripsi diterbitkan). Universitas Negeri Surabaya.
Setiawan, A. H. (2013). Pengembangan media pembelajaran CAD sebagai penunjang perkuliahan teknik bangunan (Skripsi diterbitkan). Universitas Sebelas Maret.
Setiawan, R. B. (2016). Implementasi pembelajaran langsung menggunakan AutoCAD pada kompetensi dasar menggambar rencana instalasi penerangan SMK Raden Patah (Skripsi diterbitkan). Universitas Negeri Surabaya.
Siregar, E. K. B., & Padli, M. I. (2025). Peran internet dalam pendidikan di era digital. Jurnal Media Akademik, 3(1), 3031–5220. https://doi.org/10.62281
Shiraev, E. B., & Levy, D. A. (2020). Cross-cultural psychology: Critical thinking and contemporary applications (6th ed.). Routledge.
Steele, R. G., Hall, J. A., & Christofferson, J. L. (2020). Conceptualizing digital stress in adolescents and young adults. Clinical Child and Family Psychology Review, 23(1), 15–26. https://doi.org/10.1007/s10567-019-00300-5
Sutanto, L. (2005). Teori konseling dan psikoterapi perdamaian (Tesis tidak diterbitkan). Universitas Negeri Malang.
Triandis, H. C. (1995). Individualism and collectivism. Westview Press.
Upadhyaya, P., & Vrinda. (2021). Impact of technostress on academic productivity. Education and Information Technologies, 26(2), 1647–1664. https://doi.org/10.1007/s10639-020-10319-9
Verma, N., Kumar, R., & Singh, P. (2023). Social media addiction and digital stress among college students. Remarking: International Journal, 10(11), 15–20.
Victoriana, E. (2025). Kesehatan mental e-generation. In R. T. Manurung (Ed.), Technostress pada mahasiswa (1st ed.). Zahir Publishing.
Wibowo, S. H., Wahyudi, S., Permana, A. A., Sembiring, S., Wahidin, A. J., Nugroho, J. W., Rahajeng, E., Kurnaedi, D., Bau, R. T. R. L., Adhicandra, I., Yuniansyah, & Rivanthio, T. R. (2022). Teknologi digital di era modern (1st ed.). PT Global Eksekutif Teknologi.
Yasin, R. Al, Anjani, R. R. K. A., Salsabil, S., Rahmayanti, T., & Amalia, R. (2022). Pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental dan fisik remaja. Jurnal Kesehatan Tambusai, 3(2), 83–90. https://doi.org/10.31004/jkt.v3i2.4402
Yuliana, R. (2024). Peran regulasi diri dalam menurunkan risiko digital stress pada mahasiswa generasi Z. Jurnal Pendidikan Psikologi Indonesia, 9(1), 21–34.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Annisa Miftahul Jannah, Izzah Iftitanina, Wahyuni Hidayati, Konto Iskandar Dinata

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Journal of Communication and Social Sciences by https://jurnal.dokicti.org/index.php/JCSS/index
is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International Licensel






