Negosiasi Komunikasi Antarbudaya Dalam Membangun Keharmonisan Hubungan Antaranggota Kelompok Arisan Multietnis

Authors

  • Yusmawati Prodi Ilmu Komunikasi Universitas BSI
  • Restiawan Permana Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Pakuan

DOI:

https://doi.org/10.61994/jcss.v4i2.2227

Keywords:

Komunikasi Antarbudaya, Negosiasi Komunikasi , Face Negotiation Theory, Arisan Multietnis, Keharmonisan Sosial

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses negosiasi komunikasi antarbudaya di dalam kelompok arisan multietnis RW 006 Jatimurni, Kota Bekasi. Fokus penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana kelompok tersebut menjaga keharmonisan hubungan berdasarkan perspektif Teori Negosiasi Wajah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling, yang terdiri dari ketua kelompok arisan sebagai informan kunci dan anggota yang mewakili latar belakang etnis yang beragam, termasuk Jawa, Sunda, Betawi, Minangkabau, dan Sumbawa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang dikembangkan oleh Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan gaya komunikasi antara anggota kelompok, baik yang bersifat high-context maupun low-context, tidak menyebabkan konflik terbuka. Hal ini dikarenakan adanya sensitivitas emik dan proses adaptasi budaya yang berlangsung secara berkelanjutan. Anggota kelompok secara aktif menerapkan strategi facework, seperti penyampaian kritik secara personal, penggunaan bahasa yang sopan, dan humor, untuk mencegah munculnya Face-Threatening Acts (FTAs). Keharmonisan hubungan sosial dalam kelompok didukung oleh orientasi mutual-face concern yang dominan, sehingga keutuhan ikatan kelompok selalu dijunjung tinggi di atas ego pertahanan citra diri pribadi (self-face). Gaya penyelesaian konflik yang paling banyak diterapkan adalah integrating, compromising, dan preventive avoiding. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelompok arisan berfungsi sebagai wahana rekayasa sosial yang alami di tingkat akar rumput, yang efektif dalam menumbuhkan toleransi dan memperkuat kohesi sosial di masyarakat perkotaan yang plural.

References

Adinisa, T., & Astuti, Y. D. (2024). Communication accommodation of Raja Ampat students in Yogyakarta for dispelling negative stereotypes. WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 23(1), 152–165. https://doi.org/10.32509/wacana.v23i1.3744

Ambarwati, M., & Indriastuti, Y. (2022). Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Rantau dalam Menghadapi Culture Shock di Madura. Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Bisnis, 8(1), 9–24. https://doi.org/10.36914/jikb.v8i1.777

Azharghany, R., Rachmawati, C. Y., & Harnadi, D. (2025). Social Capital in Maintaining Harmony in Multicultural Communities in Wanasari Hamlet, Denpasar, Bali. SOSEARCH: Social Science Educational Research, 6(1), 20–30. https://doi.org/10.26740/sosearch.v6n1.p20-30

Bibi, F., & Hamida, L. (2024). Exploring communication patterns among international students in Indonesia: A study using communication accommodation theory. Cogent Arts & Humanities, 11(1). https://doi.org/https://doi.org/10.1080/23311983.2024.2397188

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Daud, R. F., & Prihatmojo, A. (2022). The correlation and influence of intercultural communication in creating social harmonization between ethnicities. The Indonesian Journal of Communication Studies, 14(2), 128–139. https://doi.org/10.31315/ijcs.v14i2.6094

Eko, B. S., & Putranto, H. (2021). Face Negotiation Strategy Based on Local Wisdom and Intercultural Competence to Promote Inter-ethnic Conflict Resolution: Case Study of Balinuraga, Lampung. Journal of Intercultural Communication Research, 50(5), 506–540. https://doi.org/10.1080/17475759.2021.1898450

Guan, X., & Berg, S. S. (2024). Wait ... did you just call me fat? A multimethod study of U.S. Americans’ facework in an intercultural face-threatening act. Journal of International and Intercultural Communication, 17(3), 293–312. https://doi.org/10.1080/17513057.2024.2366497

Handoko, A. I., Senja Andarini, R., & Malinda, F. (2022). Sensitivitas Interkultural Antarumat Beragama di Kota Palembang. Jurnal ILMU KOMUNIKASI, 19(2), 163–180. https://doi.org/10.24002/jik.v19i2.4011

Harahap, M., & Mailin, M. (2025). Mandailing and Javanese cultural communication in preserving interethnic harmony in Tanjung Ale from an Islamic perspective. Syiar: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 5(1), 215–228. https://doi.org/10.54150/syiar.v5i1.772

Hou, M. (2023). Face and identity in intercultural conflict management. Journal of Intercultural Communication, 23(2), 88–96. https://doi.org/10.36923/jicc.v23i2.55

Koswara, A., & Lukman, S. (2022). Communication competence of Indonesian workers in intercultural interaction in Munich and Canberra. Jurnal Kajian Komunikasi, 10(2), 199–214. https://doi.org/10.24198/jkk.v10i2.41976

Lin, S. E., Tan, D. Y. C., & Chang, K. L. (2022). Facework strategies and intercultural conflict management procedures between international undergraduates and Malaysian instructors at a private university. Issues in Language Studies, 11(2), 20–36. https://doi.org/10.33736/ils.4162.2022

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Moeis, I., Indrawadi, J., Prasojo, Z. H., Wirdanengsih, W., Fatmariza, F., & Febriani, R. (2022). Intercultural dialogue in social processes: Lessons learned from local wisdom. The International Journal of Community Diversity, 22(2), 27–39. https://doi.org/10.18848/2327-0004/CGP/v22i02/27-39

Sunendar, D., Darmawangsa, D., & Sukmayadi, V. (2021). Thriving in Indonesian Academia: French Students’ Intercultural Communication Competence in Studying Abroad. Journal of Intercultural Communication, 21(1), 80–91. https://doi.org/10.36923/jicc.v21i1.7

Syarizka, D., Nareswari, K., & Pascasarjana Ilmu Komunikasi, P. (2021). CITRA DIRI INDIVIDU DAN NEGOSIASI MUKA WARGA DENGAN BUDAYA KOLEKTIVISME DI NEGARA BERBUDAYA INDIVIDUALISME. In Jurnal Ilmu Komunikasi (Vol. 10, Number 1).

Wicaksono, D., Suryandari, N., & Camelia, A. (2021). Stereotip tentang difabel: Sebuah perspektif komunikasi lintas budaya. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 10(1), 33–43. https://doi.org/10.14710/interaksi.10.1.33-43

Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). SAGE Publications.

Downloads

Published

15-08-2026

How to Cite

Yusmawati, & Restiawan Permana. (2026). Negosiasi Komunikasi Antarbudaya Dalam Membangun Keharmonisan Hubungan Antaranggota Kelompok Arisan Multietnis. Journal of Communication and Social Sciences, 4(2), 171-186. https://doi.org/10.61994/jcss.v4i2.2227