Analisis Yuridis Perkara Nomor 12/G/2023/PTUN-BKL Tentang Kumulasi Objektif Ditinjau dari Hukum Acara dan Fiqih Siyasah
Keywords:
Kumulasi Objektif, Hukum Acara PTUN, Fiqih Siyasah, Kepastian Hukum, KeadilanAbstract
Penelitian ini menganalisis keabsahan kumulasi objektif dalam perkara Nomor 12/G/2023/PTUN-BKL di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bengkulu dan mengkaji relevansinya dari perspektif fiqih siyasah. Pendekatan normatif dengan analisis yuridis-kualitatif digunakan untuk menelaah aturan hukum acara PTUN, perundang-undangan terkait, yurisprudensi, serta prinsip fiqih siyasah, yaitu keadilan (al-‘Adalah), efisiensi (al-Kafa’ah), dan kepastian hukum (al-Yaqīn). Temuan penelitian menunjukkan bahwa kumulasi objek dalam perkara ini tidak sepenuhnya sah secara hukum acara PTUN karena salah satu objek melewati tenggang waktu pengajuan gugatan. Selain itu, dari perspektif fiqih siyasah, penerapan tersebut berpotensi menimbulkan ketidakadilan dan ketidakpastian hukum. Penelitian ini merekomendasikan penegakan prinsip-prinsip fiqih siyasah dalam proses peradilan administrasi di Indonesia.
References
Aji, A., Hafizd, J. Z., & Arfan, A. (2025). Peran Peradilan Tata Usaha Negara dalam perspektif fiqh siyasah untuk mewujudkan pemerintahan yang baik. Hutanasyah: Jurnal Hukum Tata Negara, 3(2), 127–137.
Aji, A., Hafizd, J. Z., & Arfan, A. (2025). Peran Peradilan Tata Usaha Negara dalam perspektif fiqh siyasah untuk mewujudkan pemerintahan yang baik. Hutanasyah: Jurnal Hukum Tata Negara, 3(2), 127–137.
Asy’ari, M. A. (2023). Prinsip al-Kafa’ah dalam efisiensi peradilan administrasi: Tinjauan fiqih siyasah. Jurnal Hukum dan Etika Publik, 6(1), 88–102.
Harahap, A. N., & Ramadani, R. (2025). Tinjauan fiqh siyasah qadhaiyyah terhadap putusan PTUN Surabaya No. 32/G/KI/2021 dalam sengketa keterbukaan informasi publik. Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, 14(1).
Khaldun, I. (2021). Muqaddimah Ibn Khaldun: Analisis terhadap teori pemerintahan Islam. Cairo: Dar al-Fikr.
Pamungkas, Y. (2024). Penerapan kumulasi objektif dalam perkara administratif: Analisis yuridis kasus PTUN‑BKL No. 12/G/2023. Jurnal Hukum dan Administrasi, 2(1), 45–60.
Pasaribu, K. H., & Khalid, K. (2024). Tinjauan fiqh siyasah terhadap putusan PTUN Medan No. 96/G/2023/PTUN.MDN. UNES Law Review, 6(4), 11749–11756.
Pasaribu, K. H., & Khalid, K. (2024). Tinjauan fiqh siyasah terhadap putusan PTUN Medan No. 96/G/2023/PTUN.MDN. UNES Law Review, 6(4), 11749–11756.
Pramana, F. D. (2022). Kumulasi objek sengketa dalam hukum acara PTUN dan pembatasan waktu pengajuan gugatan. Jurnal Tata Negara, 9(2), 131–147.
Ritonga, S., Nugroho, A., & Dwi, L. (2025). Evaluasi penerapan kumulasi objektif dan integrasi fiqih siyasah dalam hukum acara PTUN. Jurnal Yustisia, 15(1), 78–101.
Ritonga, S., Nugroho, A., & Dwi, L. (2025). Evaluasi penerapan kumulasi objektif dan integrasi fiqih siyasah dalam hukum acara PTUN. Jurnal Yustisia, 15(1), 78–101.
Ritonga, S., Nugroho, A., & Dwi, L. (2025). Evaluasi penerapan kumulasi objektif dan integrasi fiqih siyasah dalam hukum acara PTUN. Jurnal Yustisia, 15(1), 78–101.
Salim, H. (2023). Masalah tenggat waktu dalam gugatan TUN: Antara prinsip formalitas dan substansi. Jurnal Hukum Procedural, 8(3), 156–169.
Shodiqin, M., & Wibowo, R. (2023). Batas-batas kumulasi objektif dalam hukum acara PTUN: Perspektif kepastian dan efisiensi. Jurnal Hukum Procedural, 8(2), 112–130.
Shodiqin, M., & Wibowo, R. (2023). Batas-batas kumulasi objektif dalam hukum acara PTUN: Perspektif kepastian dan efisiensi. Jurnal Hukum Procedural, 8(2), 112–130.
Wirawan, B. R., & Ramadhan, M. (2024). Juridical analysis of PTUN Medan decision No. 128/G/2023/PTUN‑MDN regarding the dismission of civil servants from the perspective of fiqh siyasah. Elg: E-Jurnal Aplikasi, 6(1), 56–65.
Yuliyanto, B., & Rahayu, N. (2023). Inkoherensi penafsiran tenggat waktu dalam sengketa TUN: Studi putusan PTUN. Administrative Law Review, 5(2), 214–230.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Syakia Ramadhana Tartusi, Imam Mahdi, Miti Yarmunida (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.