Perlindungan Anak Pasca Perceraian: Analisis Pembatasan Hak Bertemu Ayah dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam

Authors

  • Lhupiana Dewi Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Zahwa Dzakiyyah Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Nurlita Nurlita Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Chindona Kanariansa Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Muhammad Imam Raihan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Ariel Febrian Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.61994/jsls.v3i3.1361

Keywords:

father's bad behavior, hadhanah, Islamic family law, the right to meet children

Abstract

This study analyzes the restrictions on children's right to see fathers who misbehave from the perspective of Islamic family law. In the context of Islamic law, a child's right to receive affection and guidance from both parents is a fundamental right that must be protected. However, what if the father's behavior actually has a negative impact on the child's moral and psychological development? This is a qualitative study using a normative juridical approach. The results show that father involvement contributes significantly to the child's cognitive, emotional, and social development, but paternal misconduct can cause harm and psychological disorders. Islamic family law allows for proportional restrictions on the right to see children through court or supervisory mechanisms, to protect the child's welfare without completely eliminating the father's rights. This study emphasizes the principle of the best interest of the child as the primary guideline in decision-making regarding the right to see children.

References

Anam, M. A., & Farida, Y. E. (2023). Pengasuhan anak pasca perceraian dalam perspektif hukum keluarga Islam. Jurnal Cahaya Mandalika, 4(3), 1649–1656.

Astrellita, D. A., & Abidin, M. (2024). Peran ayah dalam pengasuhan anak. IDEA, 8(2), 72–82.

Fauzan, A., & Hamzah, M. (2024). Pendekatan holistik dalam hak asuh anak pasca perceraian: Perspektif maqāṣid syarī‘ah al-Ṭāhir Ibn ‘Āsyūr. Al-Rasīkh: Jurnal Hukum Islam, 13(1), 111–126.

Hanif, H. A., Salsabila, A. N., & Hubur, A. A. (2023). The concept of hadhanah (child custody) after divorce in Islamic civil law. Al Irsyad: Jurnal Studi Islam, 2(2), 63–72.

Husnatul, M., Wahyuni, F., & Rasyid, M. (2023). Hadhanah anak pasca putusan perceraian: Studi komparatif hukum Islam dan hukum positif Indonesia. Jurnal Hukum Islam, 18(2), 55–68.

https://media.neliti.com/media/publications/335269-hadhanah-anak-pasca-putusan-perceraian-s-834fcfa7.pdf

Ifrohati, I., Erniwati, E., & Wati, M. S. (2022). Penyelesaian hadhānah pasca perceraian dalam putusan hakim Pengadilan Tinggi Agama Nomor 005/Pdt.G/2018/PTA.Plg. Muqaranah, 6(2), 151–160. https://doi.org/10.19109/muqaranah.v6i2.14753

Ishak, N., Bakry, M. M., & Amin, A. R. M. (2024). Implementasi hukum Islam dalam penetapan hak asuh anak pasca perceraian di Indonesia. Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam, 6(1), 135–150.

Jafar, M. (2024). Tinjauan yuridis hak asuh anak (hadhanah) setelah perceraian menurut Kompilasi Hukum Islam (Studi Putusan Nomor 567/Pdt.G/2018/PA.Clg). Rechtsnormen: Jurnal Komunikasi dan Informasi Hukum, 3(1), 28–54.

Kadarisman, A., Fedro, A., & Arifin, Z. (2025). Best interest of the child in Islamic family law: Integrating maqāṣid al-sharī‘ah and double movement theory in ḥaḍānah cases. Jurnal Al-Dustur, 8(2), 155–174.

Multazam, U. (2024). The concept of child custody (hadhanah) after divorce in the perspective of Islamic law. Indonesian Journal of Islamic Law, 7(1), 16–39.

Novela, T. (2019). Dampak peran ayah terhadap perkembangan emosional anak usia dini. Raudhatul Athfal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 3(1), 16–29.

Putri, E. S., Syahda, I. F., Putra, R. D., Syafa, T. S., & Siswajanthy, F. (2024). Pemenuhan hak anak dalam konteks perceraian: Analisis yuridis terhadap penetapan hak asuh anak melalui litigasi. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 2(1), 16–26.

Qamaruddin, A., & Sari, L. R. (2023). Implementasi prinsip kepentingan terbaik bagi anak dalam hukum keluarga Islam di Indonesia. Jurnal Al-Ahwal: Hukum Keluarga Islam, 16(2), 144–159. https://ejournal.uin-suka.ac.id/syariah/al-ahwal/article/view/6928

Rahman, T. A., & Rizkianti, W. (2024). Penyelesaian sengketa hak asuh anak setelah perceraian: Perbandingan antara Indonesia dan Inggris. Jurnal USM Law Review, 7(1), 248–363.

Rahmatullah, P., Suryaningrum, F., & Sulastri, E. (2022). Children’s protection in the issue of hadhanah based on Islamic law perspective. Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan, 6(2), 55–62.

Rahmawati, N., & Yusuf, I. (2025). Peran ayah dalam pembentukan karakter anak dalam perspektif Islam. Jurnal Tarbawi: Pendidikan dan Sosial Keagamaan, 12(1), 88–101.

https://doi.org/10.18860/tarbawi.v12i1.18802

Rangkuti, D. S. (2024). Analisis yuridis berpindahnya hak asuh anak (hadhanah) akibat terjadinya perceraian: Studi putusan Pengadilan Agama. Jurnal Al-Hikmah, 12(1), 21–33.

https://jurnal.uisu.ac.id/index.php/alhikmah/article/download/10070/7016

Rosalinda, S. (2022). Larangan anak bertemu ayah kandungnya pasca perceraian (Studi kasus di Kenagarian Guguak VIII Koto, Kabupaten Lima Puluh Kota). Repository UIN Imam Bonjol Padang. https://repository.uinib.ac.id/15235

Rozak, P. (2013). Kekerasan terhadap anak dalam rumah tangga perspektif hukum Islam. Sawwa: Jurnal Studi Gender, 9(1), 45–70.

Suryantoro, D. D. (2025). Perilaku kekerasan terhadap anak dalam perspektif hukum keluarga Islam: Analisis faktor penyebab, dampak psikologis, dan upaya penanggulangan. Mabahits: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 6(2), 138–150.

Sutanto, R., & Ramadhan, M. (2024). Perlindungan hak anak dalam keluarga pasca perceraian menurut hukum Islam dan hukum nasional. Jurnal Ilmiah Syariah dan Hukum, 10(3), 112–126. https://ejournal.iainkendari.ac.id/index.php/jurnalhukum

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (2014). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 297.

Wibowo, F., & Hidayah, A. (2022). Kekerasan verbal orang tua dan dampaknya terhadap perkembangan psikologis anak dalam perspektif Islam. Jurnal Psikologi Islam, 9(2), 34–47.

https://doi.org/10.21009/jpi.092.04

Widayati, R. (2018). Kekerasan terhadap anak dalam perspektif hukum Islam. Al-Mizan: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam, 2(2), 23–41.

Zahra, D. F., & Rahman, N. (2023). Analisis hukum Islam terhadap pembatasan hak kunjungan orang tua pasca perceraian. Jurnal Al-Manahij, 19(2), 90–106. https://doi.org/10.32678/almanahij.v19i2.14572

Zulfa, A., & Hamdani, R. (2025). Etika ayah dalam membimbing anak menurut Al-Qur’an dan hadis: Analisis kontemporer kasus publik figur. Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam, 11(1), 67–79. https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/dakwahkom

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Perlindungan Anak Pasca Perceraian: Analisis Pembatasan Hak Bertemu Ayah dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam (L. Dewi, Z. Dzakiyyah, N. Nurlita, C. Kanariansa, M. I. Raihan, & A. Febrian , Trans.). (2025). Journal of Sharia and Legal Science, 3(3), 276-284. https://doi.org/10.61994/jsls.v3i3.1361