Dampak Kecemasan Berbicara Di Depan Umum Pada Siswa Sma Negeri 15 Palembang

Authors

  • Threendi Okiku Firdaus Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Fajar Tri Utami Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.61994/educate.v3i2.1388

Keywords:

Dampak Kecemasan, Komunikasi, Siswa

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kecemasan berbicara di depan umum pada siswa di SMA Negeri 15 Kecamatan Ilir Timur I Palembang. Dan mengambil contoh dari observasi langsung beberapa kelas yang telah disampaikan oleh guru. Ketika salah satu siswa ditunjuk oleh guru, bahasa tubuh yang ditunjukkannya sama gigihnya dengan konsep kecemasan komunikasi. Powell & Powell (2010) menjelaskan kecemasan komunikasi sebagai tingkat ketakutan individu yang berkaitan dengan situasi komunikasi, baik komunikasi nyata maupun komunikasi yang akan dilakukan individu tersebut dengan orang lain atau dengan banyak orang. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan temuan penelitian, disimpulkan beberapa hal dalam penelitian Dampak Kecemasan Komunikasi pada Siswa di SMA Negeri 15 Ilir Timur I Kabupaten Palembang, ketiga subjek mengalami hal tersebut. dampak dari kecemasan komunikasi, seperti rasa takut, khawatir dan malu terhadap tanggapan orang lain dan subjek merasakan situasi yang sangat mengancam karena ketidakpastian di masa depan dan ketakutan akan terjadi sesuatu yang buruk.

References

Dadang Hawari. (2006). Manajemen Stres, Cemas dan Depresi. Jakarta: Gaya Baru.

DeVito, Joseph A. (2001). The Interpersonal Communication Book. London: Logma

Diah Wulandari, Made Dwi Andjani (2003). Sebuah Wacana tentang Problematika Komunikasi Manusia. Jurnal Ilmu Komunikasi, UPN Veteran. Yogyakarta.

Freud, Sigmund. (2006). Pengantar umum psikoanalisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Ghufron, M.N dan Risnawati S. Rini. 2012. Teori-Teori Psikologi. Ar-Ruzz Media: Yogyakarta.

Helrdilansyah, H. (2014). Meltodologil Pelnelliltilan Kualiltatilf untuk Illmu-Illmu Sosilal. Jakarta: Salelmba Humanilka.

King, N.J. Hamilton, D.J, Ollendick, Thomas. H. I, (1988). Children’s Phobias: A Behavioal Perspektive. Great Britain: John Wiley dan Sons Ltd.

Lodge, C. (2002). 'Learning is something you do to children” Discourses of learning and student empowerment. Improving Schools, 5(1), 21-35.

Nevid, J. S., Rathus, S. A., Greene, B., Murad, J., Medya, R., & Kristiaji, W. C. (2005). Psikologi abnormal / Jeffrey S. Nevid, Spencer A. Rathus, Beverly Greene ; alih bahasa, Tim Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Jeanette Murad ...[et al.] ; editor, Ratri Medya, Wisnu C. Kristiaji (Ed. 5). Erlangga.

Powell. R & Powell. D. (2010). Classroom communication and diversity. New York : Routledge.

Ramaiah, S. (2003). Kecemasan Begaimana Cara Mengatasi Penyebabnya. Pustaka Obor Populer.

Sugilyono. (2016). Meltodel Pelnelliltilan Kuantiltatilf Kualiltatilf dan R & D. Bandung: Alfabelta.

Semiun, Yustinus, (2006), Kesehatan Mental 3, Yogyakarta: Penerbit Kanisius

Zimbardo, P.G dan R.J. gerring. (2010). Psychology and Life. New York: Longman

Downloads

Published

04-12-2025