Kebijakan Open Government di Tingkat Daerah: Studi Eksploratif terhadap Transparansi Keuangan dan Keterlibatan Warga

Authors

  • Rodiyah Ahla Samar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang, Jawa Timur Author
  • Vika Annisa Qurrata Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang, Jawa Timur Author
  • Thomas Soseco Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang, Jawa Timur Author

DOI:

https://doi.org/10.61994/equivalent.v4i1.1450

Keywords:

Open Government, Transparansi Keuangan, Partisipasi Publik, Pemerintah Daerah, E-Budgeting, SIPD

Abstract

Kebijakan Open Government di tingkat daerah menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta partisipatif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implementasi Open Government pada pemerintah daerah melalui tiga dimensi utama: transparansi informasi publik, keterlibatan warga, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai infrastruktur pendukung. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi eksploratif, penelitian ini menelusuri regulasi formal, praktik digitalisasi, dan persepsi publik yang membentuk dinamika keterbukaan di daerah. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa kapasitas fiskal, otonomi daerah, dan aktivitas ekonomi lokal menjadi determinan penting dalam meningkatkan transparansi, sementara faktor demografis seperti rasio penduduk lanjut usia dapat memperlambat penerapan digitalisasi. Digitalisasi, terutama melalui portal e-budgeting dan sistem informasi pemerintahan seperti SIPD, terbukti meningkatkan akses warga terhadap data publik serta memperkuat akuntabilitas. Namun, efektivitas partisipasi publik masih dihambat oleh forum musyawarah yang belum inklusif dan belum sepenuhnya dirancang sebagai ruang deliberatif. Kesenjangan antara desain regulatif dan praktik di lapangan menunjukkan perlunya reformasi mekanisme partisipatif yang lebih terbuka, representatif, dan berbasis teknologi. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan Open Government mensyaratkan integrasi yang harmonis antara regulasi yang jelas, kapasitas kelembagaan, kualitas teknologi informasi, serta pelibatan warga yang bermakna. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi perumusan model implementasi Open Government yang adaptif terhadap konteks daerah serta mampu memperkuat kepercayaan publik dalam jangka panjang.

References

Alharbi, A., Kang, K., & Hawryszkiewycz, I. (2016). Developing an e-participation maturity model using design science method. International Journal of Advanced Computer Science and Applications, 7(2), 421–429. https://doi.org/10.14569/IJACSA.2016.070258

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Creswell, J. W. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). Sage Publications.

Habermas, J. (1996). Between facts and norms: Contributions to a discourse theory of law and democracy. Cambridge: MIT Press.

Hood, C. (2006). Transparency in historical perspective. In C. Hood & D. Heald (Eds.), Transparency: The Key to Better Governance? (pp. 3–23). Oxford University Press.

Klitgaard, R. (1988). Controlling corruption. University of California Press.

Lastri, E., & Gunawan, A. (2020). Pengaruh partisipasi masyarakat dan transparansi kebijakan publik terhadap pengawasan keuangan daerah di Kabupaten Aceh Selatan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi (JIMEKA), 5(1), 113–124. https://doi.org/10.24815/jimeka.v5i1.15649

Muhtar, M., Putro, D. A., & Sutaryo. (2021). Determinants of local government transparency in Indonesia: A panel data analysis. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 22(2), 131–148. https://doi.org/10.21002/jepi.v22i2.1345

OECD. (2017–2021). Open Government and Citizen Participation Reports. Paris: OECD Publishing.

OECD. (2021). Government at a Glance 2021. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/1c258f55-en

Octaviani, M., Sukristyanto, A., & Hariyoko, Y. (2023). Keterbukaan pemerintah di tingkat desa: Studi tentang keterbukaan informasi publik di Desa Wateswinangun, Kabupaten Lamongan. Praja Observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik, 3(1), 94–108. https://doi.org/10.53829/po.v3i1.140

O’Donnell, G. (1998). Horizontal accountability in new democracies. Journal of Democracy, 9(3), 112–126. https://doi.org/10.1353/jod.1998.0041

Oliveira, A., & Ckagnazaroff, I. B. (2022). Citizen Participation and Democratic Legitimacy in Local Governance. Cadernos Gestão Pública e Cidadania, 27(87).

Piotrowski, S. J., & Van Ryzin, G. G. (2007). Citizen Attitudes Toward Transparency in Local Government. The American Review of Public Administration, 37(3), 306–323.

Premilasari, S. N., Setiawan, I., & Rusmana, R. (2023). Implementasi prinsip Open Government dalam perencanaan pembangunan daerah. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 27(1), 65–78. https://doi.org/10.22146/jsp.78834

Putri, D. E., & Handayani, L. (2021). Implementasi e-budgeting sebagai bentuk transparansi keuangan daerah di masa pandemi COVID-19. Jurnal Ilmu Administrasi dan Pemerintahan, 12(2), 145–156. https://doi.org/10.25077/jiap.v12i2.1089

Santoso, M. R. (2025). E-governance dan akuntabilitas publik: Studi implementasi e-budgeting di Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Bina Praja, 17(1), 51–68. https://doi.org/10.21787/jbp.17.1.2025.51-68

Suryani, P. (2021). Pengaruh partisipasi publik, akuntabilitas, transparansi, integritas terhadap kinerja keuangan Kabupaten Bengkulu Tengah. Jurnal Fairness, 9(1), 33–44. https://doi.org/10.32493/fairness.v9i1.1125

Thohari, A. H., Suhardi, Kurniawan, N. B., & Purnomo, Y. (2017). Rekayasa sistem keterbukaan data pemerintah untuk mendukung transparansi dan partisipasi pemerintah daerah: Studi kasus Cimahi. Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, 6(3), 243–251. https://doi.org/10.22146/jnteti.v6i3.28001

Tyasotyaningarum, B. (2019). Praktik Open Government melalui partisipasi publik di Kabupaten Bojonegoro dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas (Studi kasus dialog publik Jumat). Jurnal Mediasosian: Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara, 3(1), 1–16. https://doi.org/10.19184/mediasosian.v3i1.8888

Wahyudi, A., Setiawan, B., & Munir, M. (2021). Formulasi kebijakan daerah berbasis partisipatif: Studi kasus Raperda Penyelenggaraan Pesantren di Provinsi Lampung. Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Kebijakan Publik, 8(1), 44–61. https://doi.org/10.26858/jipkp.v8i1.18034

Downloads

Published

2026-02-02

How to Cite

Rodiyah Ahla Samar, Vika Annisa Qurrata, & Thomas Soseco. (2026). Kebijakan Open Government di Tingkat Daerah: Studi Eksploratif terhadap Transparansi Keuangan dan Keterlibatan Warga. Equivalent : Journal of Economic, Accounting and Management, 4(1), 417-423. https://doi.org/10.61994/equivalent.v4i1.1450