Akuntabilitas Syariah sebagai Upaya Pencegahan Greenwashing dalam Pelaporan Keberlanjutan

Authors

  • Nur Laeli Musthofa Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Jawa Tengah Author
  • Mardiyansyah Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Jawa Tengah Author
  • Rustam Hanafi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Jawa Tengah Author

DOI:

https://doi.org/10.61994/equivalent.v4i2.2168

Keywords:

akuntabilitas syariah; greenwashing; pelaporan keberlanjutan; Shariah Enterprise Theory; Dewan Pengawas Syariah

Abstract

The rise of greenwashing in sustainability reporting has become a significant challenge as Environmental, Social, and Governance (ESG) disclosure obligations increase in Indonesia, without being accompanied by uniform reporting standards. This issue becomes more complex for entities claiming to operate under Shariah principles, since the risk of greenwashing may distort both spiritual substance and financial reputation. This article aims to examine and analyze the role of Shariah accountability, through the Shariah Enterprise Theory (SET) framework, as an effort to prevent greenwashing practices in corporate sustainability reporting. Using a conceptual literature review approach, this article synthesizes three bodies of literature: conventional theories of sustainability disclosure (legitimacy, stakeholder, and signaling theory), the concept and empirical evidence of greenwashing, and the framework of Shariah accountability along with its operational instruments. The findings indicate that the vertical dimension (accountability to Allah SWT) and horizontal dimension (accountability to people and nature) within SET can serve as an additional preventive layer against the structural weaknesses of conventional regulation, with the Shariah Supervisory Board (DPS) and maqasid-based indices serving as its operational instruments. Nevertheless, empirical evidence shows that the implementation of Shariah accountability still faces significant gaps, particularly in its horizontal dimension. This article contributes theoretically by positioning SET as an underexplored preventive framework against greenwashing, and practically by recommending an expansion of the Shariah Supervisory Board's function to also assess the substance of sustainability claims, not merely compliance with financial transactions.

Abstrak

 Isu greenwashing dalam pelaporan keberlanjutan menjadi tantangan signifikan seiring meningkatnya kewajiban pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) di Indonesia, tanpa disertai keseragaman standar pelaporan. Persoalan ini menjadi semakin kompleks pada entitas yang mengklaim beroperasi sesuai prinsip syariah, karena risiko greenwashing berpotensi mendistorsi substansi spiritual sekaligus reputasi keuangan. Artikel ini bertujuan mengkaji dan menganalisis peran akuntabilitas syariah, melalui kerangka Shariah Enterprise Theory (SET), sebagai upaya pencegahan praktik greenwashing dalam pelaporan keberlanjutan perusahaan. Menggunakan pendekatan studi literatur konseptual, artikel ini mensintesis tiga kelompok kajian: teori konvensional pengungkapan keberlanjutan (legitimasi, pemangku kepentingan, dan sinyal), konsep serta bukti empiris greenwashing, dan kerangka akuntabilitas syariah beserta instrumen operasionalnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa dimensi vertikal (pertanggungjawaban kepada Allah SWT) dan horizontal (pertanggungjawaban kepada manusia dan alam) dalam SET berpotensi menjadi lapisan pencegahan tambahan atas kelemahan struktural regulasi konvensional, dengan Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan indeks berbasis maqasid sebagai instrumen operasionalnya. Namun demikian, bukti empiris menunjukkan bahwa implementasi akuntabilitas syariah masih menyisakan kesenjangan, terutama pada dimensi horizontal. Artikel ini berkontribusi secara teoretis dengan memposisikan SET sebagai kerangka preventif greenwashing yang belum banyak dieksplorasi, sekaligus secara praktis dengan merekomendasikan perluasan fungsi DPS agar turut menilai substansi klaim keberlanjutan, tidak hanya kepatuhan transaksi keuangan

References

Anwar, D. R., Wahab, A., & Waris, W. (2025). Maqasid al-Shari'ah for green business oversight: Reframing greenwashing as an ethical governance problem. Az-Zarqa': Jurnal Hukum Bisnis Islam, 14. https://ejournal.uin-suka.ac.id/syariah/azzarqa/article/view/4621

Aptasari, F. W., Aryawati, N. P. A., & Falah, M. H. (2024). Identifikasi greenwashing atau greenwishing pada perusahaan retail di Indonesia: Evaluasi laporan keberlanjutan. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 19(2), 301–322. https://doi.org/10.47441/jkp.v19i2.382

Aulia, D. (2025). Greenwashing perusahaan di Indonesia: Studi literatur perspektif akuntansi, pelaporan keberlanjutan, dan kebijakan publik. Jurnal Ilmiah Indo-Intellectual. https://ejournal.indo-intellectual.id/index.php/ifi/article/download/4937/3150/37184

Christensen, H. B., Hail, L., & Leuz, C. (2021). Mandatory CSR and sustainability reporting: Economic analysis and literature review. Review of Accounting Studies, 26, 1176–1248.

De Freitas Netto, S. V., Sobral, M. F. F., Ribeiro, A. R. B., & Soares, G. R. da L. (2020). Concepts and forms of greenwashing: A systematic review. Environmental Sciences Europe, 32(1), 1–12.

Delmas, M. A., & Burbano, V. C. (2011). The drivers of greenwashing. California Management Review, 54(1), 64–87. https://doi.org/10.1525/cmr.2011.54.1.64

Dewi, C. (2021). Penerapan Sharia Enterprise Theory dalam Corporate Social Responsibility [Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Parepare]. Repository IAIN Parepare. https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/7005/1/2120203860102043%20CITRA%20DEWI%20CSR%20SACN.pdf

Fahmi, R. A. (2025). Pelaporan keberlanjutan dalam lembaga keuangan syariah. Tangible Journal, 10(1), 104–119. https://ojs.stie-tdn.ac.id/index.php/TB/article/download/609/526/3711

Freeman, R. E. (1984). Strategic management: A stakeholder approach. Pitman Publishing.

Gustani. (2021, April). Shariah Enterprise Theory (SET). Gustani.ID. https://www.gustani.id/2021/04/shariah-enterprise-theory-set.html

Jurnal Ilmiah Wahana Akuntansi. (2025). Greenwashing in ESG disclosure: A systematic literature review through theoretical and bibliometric analysis. Jurnal Ilmiah Wahana Akuntansi. https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/wahana-akuntansi/article/view/64634

Jurnal Media Akademik. (2025). Green accounting dalam perspektif maslahah sebagai upaya mewujudkan keberlanjutan usaha. Jurnal Media Akademik (JMA). https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/view/5283

Lubis, R. (2025). Akuntabilitas berbasis transendensi: Penerapan Shariah Enterprise Theory pada lembaga keuangan mikro syariah. WELFARE: Journal of Islamic Economics and Finance. https://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/welfare/article/view/30470

Lyon, T. P., & Maxwell, J. W. (2011). Greenwash: Corporate environmental disclosure under threat of audit. Journal of Economics & Management Strategy, 20(1), 3–41.

Lyon, T. P., & Montgomery, A. W. (2015). The means and end of greenwash. Organization & Environment, 28(2), 223–249.

Meutia, I. (2010). Menata pengungkapan CSR di bank Islam: Suatu pendekatan kritis. Citra Pustaka Indonesia.

Nisa, K., & Sisdianto, E. (2024). Greenwashing dalam perspektif akuntansi lingkungan: Studi kualitatif terhadap praktik pelaporan keberlanjutan perusahaan. Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 2(1), 653–668. https://doi.org/10.61722/jemba.v2i1.678

Ogunode, A. O. (2022). Legitimacy theory and environmental accounting reporting and practice: A review. South Asian Journal of Social Studies and Economics, 13(1), 17–28.

Otoritas Jasa Keuangan. (2017). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik. OJK.

Politeknik Pratama. (2025). Potensi peran standar pelaporan dalam mencegah praktik greenwashing di Indonesia: A systematic literature review. Jurnal Akuntansi dan Bisnis. https://journal.politeknik-pratama.ac.id/index.php/JIAB/article/view/1140

Saadah, N., Zakiy, F. S., & Agriyanto, R. (2023). The embodiment of corporate social accountability in Sharia Enterprise Theory. Journal of Islamic Economic Laws, 6(1), 30–44. https://doi.org/10.23917/jisel.v6i1.21134

Triyuwono, I. (2001). Metafora zakat dan Shari'ah Enterprise Theory sebagai konsep dasar dalam membentuk akuntansi syariah. Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia, 5(1).

Downloads

Published

2026-08-02

How to Cite

Nur Laeli Musthofa, Mardiyansyah, & Rustam Hanafi. (2026). Akuntabilitas Syariah sebagai Upaya Pencegahan Greenwashing dalam Pelaporan Keberlanjutan. Equivalent : Journal of Economic, Accounting and Management, 4(2), 3394-3415. https://doi.org/10.61994/equivalent.v4i2.2168