Program Pemberdayaan Literasi Bahasa Inggris bagi Anak Binaan Lapas Kelas I Palembang

Authors

  • Halimatussyakdiyah Harahap Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Mutiara Nabila Ramadhani Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Anjelika Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Maisyah Ardiyah Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Deany Afriany Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Keywords:

Literasi bahasa Inggris, pemberdayaan, anak binaan, English Club, lembaga pemasyarakatan

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi bahasa Inggris anak binaan di LPKA Kelas I Palembang melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan komunikatif. Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap rendahnya kemampuan literasi bahasa Inggris serta terbatasnya akses pengembangan pendidikan bagi anak binaan di lingkungan pemasyarakatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi observasi, pembelajaran partisipatif, pendampingan, dan kegiatan edukatif interaktif melalui program English Club. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pengenalan kosakata (vocabulary), latihan berbicara (speaking), pelafalan (pronunciation), permainan edukatif, pembuatan poster bahasa Inggris, latihan menulis sederhana, serta Mini English Competition. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan selama kegiatan berlangsung. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan kemampuan penguasaan kosakata, kemampuan berbicara, pelafalan, serta rasa percaya diri anak binaan dalam menggunakan bahasa Inggris sederhana dalam komunikasi sehari-hari. Metode pembelajaran yang interaktif dan suasana belajar yang menyenangkan juga mampu meningkatkan motivasi dan partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung. Selain itu, program ini memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial dan emosional anak binaan melalui peningkatan kemampuan bekerja sama, komunikasi, dan keberanian mengekspresikan diri. Dengan demikian, program pemberdayaan literasi bahasa Inggris dapat menjadi alternatif kegiatan edukatif yang mendukung proses pembinaan dan pengembangan potensi anak binaan di lingkungan pemasyarakatan.

References

Abrams, L. S. (2013). Juvenile justice at crossroads: Science, evidence, and twenty-first century reform. Social Service Review, 87(4), 725–752.

Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. New York: Freeman.

Brown, H. D. (2001). Teaching by principles: An interactive approach to language pedagogy (2nd ed.). New York: Longman.

Crystal, D. (2012). English as a global language (2nd ed.). Cambridge: Cambridge University Press.

Davis, L. M., Bozick, R., Steele, J. L., Saunders, J., & Miles, J. N. V. (2014). Evaluating the effectiveness of correctional education: A meta-analysis of programs that provide education to incarcerated adults. Santa Monica, CA: RAND Corporation.

Esperian, J. H. (2010). The effect of prison education programs on recidivism. Journal of Correctional Education, 61(4), 316–334.

Freire, P. (1970). Pedagogy of the oppressed. New York: Continuum.

Harmer, J. (2007). The practice of English language teaching (4th ed.). London: Pearson Longman.

Houchins, D. E., Jolivette, K., Shippen, M. E., & Lambert, R. (2014). Characteristics of youth in juvenile correctional facilities. Journal of Correctional Education, 65(1), 26–45.

Ife, J., & Tesoriero, F. (2008). Community development: Community-based alternatives in an age of globalization (3rd ed.). Sydney: Pearson Education.

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. New Jersey: Prentice Hall.

Krashen, S. D. (1982). Principles and practice in second language acquisition. Oxford: Pergamon Press.

Larsen-Freeman, D. (2000). Techniques and principles in language teaching (2nd ed.). Oxford: Oxford University Press.

Muncie, J. (2015). Youth and crime (4th ed.). London: SAGE Publications.

Nation, I. S. P. (2001). Learning vocabulary in another language. Cambridge: Cambridge University Press.

Norton, B. (2013). Identity and language learning: Extending the conversation (2nd ed.). Bristol: Multilingual Matters.

Richards, J. C. (2006). Communicative language teaching today. Cambridge: Cambridge University Press.

Richards, J. C., & Rodgers, T. S. (2014). Approaches and methods in language teaching (3rd ed.). Cambridge: Cambridge University Press.

Sap, J., et al. (2019). Dictionary users and definition preferences in language learning. International Journal of Lexicography, 32(2), 150–168.

Schegloff, E. A. (2020). Sequence organization in interaction: A primer in conversation analysis. Cambridge: Cambridge University Press.

Suharto, E. (2017). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat. Bandung: Refika Aditama.

Thornbury, S. (2002). How to teach vocabulary. Harlow: Pearson Education Limited.

Trilling, B., & Fadel, C. (2009). 21st century skills: Learning for life in our times. San Francisco: Jossey-Bass.

United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 agenda for sustainable development. New York: United Nations.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Downloads

Published

30-05-2026

How to Cite

Halimatussyakdiyah Harahap, Mutiara Nabila Ramadhani, Anjelika, Maisyah Ardiyah, & Deany Afriany. (2026). Program Pemberdayaan Literasi Bahasa Inggris bagi Anak Binaan Lapas Kelas I Palembang. JUMPUTAN : Jurnal Multidisiplin Pengabdian Masyarakat, 2(1), 85-94. https://jurnal.dokicti.org/index.php/jumputan/article/view/1871