Fenomena Leaving Qur’an sebagai Cermin Krisis Spiritualitas Digital: Pendekatan Teologis dan Sosiologis terhadap Generasi Z Muslim
DOI:
https://doi.org/10.61994/alshamela.v4i1.1469Keywords:
Leaving Qur’an, spiritualitas digital, Generasi Z Muslim, media sosialAbstract
Artikel bertujuan membahas fenomena Leaving Qur’an yang menjadi gejala kontemporer terkait krisis spiritualitas digital di kalangan Generasi Z Muslim. Dalam era media sosial, interaksi manusia dengan Al-Qur’an tidak lagi sekadar berpusat pada tradisi tilawah dan tadabbur, melainkan bergeser menuju konsumsi konten yang serba cepat, instan, dan algoritmis. Pergeseran ini menyebabkan berkurangnya intensitas refleksi dan kedalaman pemahaman, sehingga Al-Qur’an kerap diposisikan sebagai simbol identitas religius semata, bukan lagi sebagai sumber etika kehidupan. Melalui pendekatan teologis dan sosiologis, artikel ini menelaah bagaimana budaya digital, arus informasi yang hiperaktif, dan logika algoritma media sosial turut mengonstruksi bentuk baru keberagamaan yang cenderung superfisial. Dari sisi teologis, Leaving Qur’an menunjukkan lemahnya dimensi tadabbur dan internalisasi nilai ilahiah dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan dari sisi sosiologis, fenomena ini dipengaruhi oleh tekanan budaya populer, pencarian eksistensi diri di ruang maya, dan perubahan pola belajar keagamaan yang semakin bergantung pada media daring. Penelitian ini menegaskan bahwa krisis spiritualitas digital bukan sekadar akibat dari kurangnya akses terhadap sumber keagamaan, melainkan akibat dari perubahan cara berpikir, cara berinteraksi, dan cara memahami wahyu dalam ekosistem digital. Oleh karena itu, diperlukan strategi dakwah digital yang lebih humanistik, literasi digital Qur’ani yang kontekstual, serta revitalisasi makna tadabbur agar Al-Qur’an kembali menjadi pusat orientasi spiritual umat Islam di tengah arus teknologi dan budaya algoritmik yang mendominasi kehidupan modern.
References
Al-Ma’ruf, M. S. “Fenomena Leaving Qur’an di Era Digital.” Jurnal Ushuluddin 30, no. 2 (2022).
Al-Qurṭubi. Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān. Vol. 13. Kairo: Dār al-Kutub al-Miṣriyyah, 2006.
Ayu, Putri, Eko Zulfikar. “Bullying dalam Perspektif QS. Al-Hujurat Ayat 11 dan Kolerasinya dengan Netizen di Media Sosial.” Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam 5, no. 1 (2024): 1–13. https://doi.org/10.58401/takwiluna.v5i1.1273.
Bunt, Gary R. Hashtag Islam: How Cyber-Islamic Environments Are Transforming Religious Authority. Chapel Hill: University of North Carolina Press, 2018.
Campbell, Heidi. Digital Religion: Understanding Religious Practice in New Media Worlds. New York: Routledge, 2013.
Campbell, Heidi. “Networked Religion: Negotiating Faith in Digital Culture.” The Information Society 27, no. 1 (2023).
Carr, Nicholas. The Shallows: What the Internet Is Doing to Our Brains. New York: W. W. Norton, 2010.
Castells, Manuel. The Rise of the Network Society. Oxford: Wiley-Blackwell, 2010.
Creswell, John W. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. 4th ed. Thousand Oaks, CA: Sage Publications, 2018.
Debord, Guy. The Society of the Spectacle. New York: Zone Books, 1994.
Deloitte Insights. The Gen Z and Millennial Survey. Deloitte Insights, 2021.
Fadlullah, M. “Disonansi Spiritual di Era Media Sosial.” Jurnal Studi Agama dan Masyarakat 9, no. 3 (2022).
Giddens, Anthony. Modernity and Self-Identity: Self and Society in the Late Modern Age. Stanford, CA: Stanford University Press, 1991.
Hasan, R. Religious Identity in the Digital Age. Oxford: Oxford University Press, 2020.
Ibnu Katsir. Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm. Juz 6. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1998.
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. Al-Fawā’id. Kairo: Maktabah al-Taufīqiyyah, 1999.
Irawan, F. “Al-Qur’an sebagai Komoditas Visual.” Jurnal Ilmu Dakwah 6, no. 1 (2021).
Karim, E., dan S. Sari. “Dakwah di Era TikTok: Pergeseran Otoritas dan Gaya Keberagamaan Generasi Muda.” Indonesian Journal of Islamic Communication 4, no. 1 (2022).
Marx, Karl. Economic and Philosophic Manuscripts of 1844. New York: Dover Publications, 2007.
Miles, Matthew B., A. Michael Huberman, dan Johnny Saldaña. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. 3rd ed. Thousand Oaks, CA: Sage Publications, 2014.
Miller, Vincent J. Consuming Religion: Christian Faith and Practice in a Consumer Culture. New York: Continuum, 2004.
Muslim, Imam. Ṣaḥīḥ Muslim. Beirut: Dār Iḥyā’ al-Turāth al-‘Arabī, n.d.
Pew Research Center. The Age Gap in Religion Around the World. Washington, DC: Pew Research Center, 2018.
Rosyad, Aftonur, dan Eko Zulfikar. “Al-Qur’an and the Da’wah Approach Model in the Disruption Era.” Al-Misykah: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Tafsir 4, no. 1 (2023): 1–18. https://doi.org/10.19109/almisykah.v4i1.18159.
Rosyid, N. “Spiritualitas Digital dan Tantangan Dakwah Islam.” Jurnal Komunikasi dan Dakwah 10, no. 2 (2021).
Tufekci, Zeynep. Twitter and Tear Gas: The Power and Fragility of Networked Protest. New Haven, CT: Yale University Press, 2017.
Turkle, Sherry. Alone Together: Why We Expect More from Technology and Less from Each Other. New York: Basic Books, 2012.
Zulfikar, Eko, et al. “An Interreligious Dispute on the Controversial Case of Elia Myron’s Correction to Tafsir: An Analysis Based on Kim Knott’s Framework.” Afkar: Jurnal Akidah dan Pemikiran Islam 27, no. 2 (2025): 253–288. https://doi.org/10.22452/afkar.vol27no2.8.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fisronil Muntaha, Rahmat Hidayat, Halimatusa’diyah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







