Penafsiran Konsep Ibadah dalam Al-Qur’an

Authors

  • Samsul Hadi Mungawan Sekolah Tinggi Agama Islam KH. Muhammad Ali Shodiq Tulungagung Author

DOI:

https://doi.org/10.61994/alshamela.v4i1.2339

Keywords:

Al Qur'an , Hadits, Konsep ibadah, Tafsir

Abstract

Pemahaman masyarakat terntang ibadah bervariasi, sesuai yang ditulis para penafsir. Di antaranya ada yang hanya sekedar menggugurkan kewajiban saja serta kurang mengenal Allah. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ibadah guna menegaskan bahwa konsep ibadah dalam Al-Qur’an merupakan tujuan utama penciptaan manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research), dengan bersumber pada buku-buku tafsir, hadis Nabi dan artikel ilmiah yang relevan yang mendukung dalam pencarian referensi penelitian ini. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibadah dalam perspektif Al-Qur’an dan hadis tidak hanya terbatas pada ibadah ritual, tetapi mencakup seluruh aktivitas kehidupan manusia yang dilakukan dengan niat ikhlas dan sesuai dengan tuntunan syariat. Ibadah juga berkaitan dengan upaya manusia menjalankan perannya sebagai hamba Allah sesuai dengan tujuan penciptaannya. Sebagai-mana di dalamnya menjelaskan secara rinci yang diwujudkan ibadah dengan bentuk salat, sabar, dan syukur serta relevansinya dengan pengendalian diri dalam perbuatan sehari-hari. Ibadah dan relevansinya dengan pengendalian diri dari perbuatan keji dan munkar memang ada jika salat itu benar-benar karena Allah bukan karena keterpaksaan. Sabar yang dimaksud adalah senantiasa menjalankan perintah Allah dengan iklas. Syukur disini yaitu tertuju pada pelaksanaan penghambaan sebagai rasa syukur atas segala nikmat Tuhan. Pelaksanaannya penuh dengan kekhusyukan, penghambaan yang penuh dengan ketenangan, menghamba secara lahiriah dan menghamba secara batiniyah. Maksudnya di samping gerak-gerik salat yang dilakukan oleh anggota badan, hati juga melakukan ibadah, meyakini dalam hati bahwa sedang berkomuniaksi dengan Allah.

References

Al Aidarus, Naufal (Novel) Bin Muhammad. Syukur Bahagia Tanpa Henti: Kumpulan Hikayat yang Membangkitkan Rasa Syukur. Surabaya: Taman Ilmu, 2014.

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta, 2006.

Asshiddiqei, Muhammad Rifki, Putri Khairatul Hukmi, Fadia Anggelina Aziz, Fifa Febriyani, and Wismanto. “Analisis Tentang Konteks Ibadah Menurut Al-Qur’an.” MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin 2, no. 2 (2024): 767–774. https://doi.org/10.60126/maras.v2i2.272.

Baidan, Nashruddin. Metodologi Penafsiran Al-Qur’an. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005.

Bin Muhammad, Abdullah bin Abdurrahman bin Ishaq Al-Sheikh. Tafsir Ibnu Katsir, jilid 8. Bogor: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, 2004.

Dwi Putra, Soni Rianto, Arifah Zahra, Shabillah Ajrina Inarah, Andriyani, Irna Hasanah, and Wahdi Sayuti. “Konsep Ibadah dalam Islam: Landasan, Tujuan, dan Implementasi Kehidupan Modern.” Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah 18, no. 1 (2026): 821–830.

Hajjaj, Muhammad Fauqi. Tasawuf Islam dan Akhlak. Jakarta: Amzah, 2013.

Junaidia, Ahmad, Syarif Hidayah Tulloh, Samiun Alim, Edy Hasan Hasibuan, and Edi Hermanto. “Ibadah Sebagai Tujuan Penciptaan Manusia: Kajian Tafsir Ayat-Ayat Ibadah dalam Al-Qur’an.” Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan 3, no. 2 (2025).

Kallang, Abdul. “Konteks Ibadah Menurut Al-Quran.” Al-Din: Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan 4, no. 2 (2018): 1–13. https://doi.org/10.35673/ajdsk.v4i2.630.

Latifah, and Mahyuddin Barni. “Pendidikan Ibadah dalam Al-Qur’an: Studi QS. Adz-Dzariyat: 56 dan Al-Baqarah: 21.” Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam 1, no. 3 (2025): 791–796.

Luthfia, Anisatul, and Syamsurizal Yazid. “Ibadah dan Perilaku Luhur: Kajian Psikologis dan Sosiologis.” Hikmah: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam 2, no. 1 (2025): 35–46. https://doi.org/10.61132/hikmah.v2i1.514.

Luthfi Ghazali, Muhammad. Percikan Samudra Hikam. Semarang: Abshar, 2007.

Maryani. “Esensi Ibadah dan Pengamalannya Perspektif Hukum Islam.” Jurnal Literasiologi 7, no. 1 (2021). https://doi.org/10.47783/literasiologi.v7i1.273.

Musnamar, Tohari. Jalan Lurus Menuju Ma’rifatullah. Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2004.

Nasution, Abdul Halim. "Embriologi Manusia dalam Perspektif Al-Qur’an." Nizhamiyah 10, no. 1 (2020). https://doi.org/10.30821/niz.v10i1.737.

Nur Ariza, Fauziah, Ahmad Fadly Rahman, Anisyah Khoiroh Rangkuti, Yudia Audriva, Anisa Amelia Putri, Hamdani, M. Choiril Annas, and Muhammad Ali Aksa. “Peran Ibadah dalam Membentuk Akhlak Seorang Muslim.” Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 5, no. 1 (2026): 455–463. https://doi.org/10.55606/jurrafi.v5i1.7874.

Quthb, Sayyid. Fi Zilalil Qur’an. Jakarta: Gema Insani, 2004.

Rafi Pasha, Azka, Ziska Tsaniawika Farrasi, Muhammad Daffa Rindra Putra, Andriyani, Ayunda Larasati Sekarputri, and Wahdi Sayuti. “Hakikat Ibadah dalam Islam: Antara Ritual dan Spiritual.” Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) 2, no. 1 (2026): 290–301. https://doi.org/10.62567/ijis.v2i1.2060.

Said, Suarning. “Wawasan Al-Qur’an tentang Ibadah.” Jurnal Syari’ah dan Hukum Diktum 15, no. 1 (2017): 43–54. https://doi.org/10.35905/diktum.v15i1.424.

Shihab, M. Quraish. Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. Bandung: Mizan, 2003.

Wulandari, Qhanita Arif, Waode Helvi Mei Hamka, Muhammad Haliq As’Sam, and Amin Umar. “Ibadah dalam Perspektif Al-Islam Kemuhammadiyahan: Kajian Konseptual dan Implementatif.” Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang 12, no. 1 (2026). https://doi.org/10.36989/didaktik.v12i01.10983.

Downloads

Published

09-09-2026

How to Cite

Hadi Mungawan, S. (2026). Penafsiran Konsep Ibadah dalam Al-Qur’an. Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies, 4(1), 287-302. https://doi.org/10.61994/alshamela.v4i1.2339