Makna Budaya Upacara Saur Matua terhadap Subjective Well-Being Anggota Keluarga pada Komunitas Adat Batak Toba

Authors

  • Rika Wulandari Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim
  • Fathya Putri Kamilla Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim
  • Putri Hidayati Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim
  • Masyhuri Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim

DOI:

https://doi.org/10.61994/jipbs.v4i1.1528

Keywords:

Tradisi Batak , Saur Matua , Subjective Well-being, Makna Budaya

Abstract

Upacara Saur Matua adalah ritual kematian dalam budaya Batak yang tidak hanya berfungsi sebagai upacara tradisional tetapi juga sebagai proses yang secara psikologis bermakna bagi anggota keluarga yang berduka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna upacara Saur Matua dalam kaitannya dengan kesejahteraan subjektif anggota keluarga menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Fokus penelitian ini adalah pada pengalaman hidup peserta dalam menjalani dan menafsirkan upacara tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan empat anggota keluarga yang memiliki peran berbeda dalam pelaksanaan upacara Saur Matua. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik fenomenologis untuk mengidentifikasi makna esensial yang muncul dari pengalaman peserta. Temuan menunjukkan bahwa upacara Saur Matua dipandang sebagai bentuk penerimaan kematian, sarana ekspresi dan regulasi emosi, serta sumber dukungan sosial yang kuat. Makna-makna ini berkontribusi positif terhadap kesejahteraan subjektif, terutama dalam hal kepuasan hidup, munculnya afek positif seperti ketenangan dan rasa syukur, serta pengurangan afek negatif melalui berbagi duka secara kolektif. Hasil ini menyoroti peran penting ritual budaya dalam menjaga kesejahteraan psikologis dalam konteks kehilangan. Studi ini berkontribusi pada bidang psikologi budaya dengan menyoroti relevansi praktik budaya lokal sebagai sumber kesejahteraan subjektif dalam masyarakat Indonesia.

References

Berry, J. W., Poortinga, Y. H., Breugelmans, S. M., Chasiotis, A., & Sam, D. L. (2011). Cross-cultural psychology: Research and applications (3rd ed.). Cambridge University Press.

Diener, E. (1984). Subjective well-being. Psychological Bulletin, 95(3), 542–575. https://doi.org/10.1037/0033-2909.95.3.542

Diener, E., Oishi, S., & Tay, L. (2018). Advances in subjective well-being research. Nature Human Behaviour, 2(4), 253–260. https://doi.org/10.1038/s41562-018-0307-6

Kim, H. S., Sherman, D. K., & Taylor, S. E. (2016). Culture and social support. American Psychologist, 63(6), 518–526. https://doi.org/10.1037/0003-066X.63.6.518

Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. Springer Publishing Company.

Markus, H. R., & Kitayama, S. (1991). Culture and the self: Implications for cognition, emotion, and motivation. Psychological Review, 98(2), 224–253.

Ryff, C. D. (2014). Psychological well-being revisited: Advances in the science and practice of eudaimonia. Psychotherapy and Psychosomatics, 83(1), 10–28. https://doi.org/10.1159/000353263

Seligman, M. E. P. (2011). Flourish: A visionary new understanding of happiness and well-being. Free Press.

Shweder, R. A. (1991). Thinking through cultures: Expeditions in cultural psychology. Harvard University Press.

Sibarani, R. (2012). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Asosiasi Tradisi Lisan.

Siburian, N. Y., Sinaga, P. D., Purba, D. W., & Silaban, I. (2025). Pesta Suka Cita dalam Kematian: Peran Adat dan Kehormatan dalam Upacara Saur Matua. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 4(3), 110-122.

Simanjuntak, B. A. (2009). Konflik status dan kekuasaan orang Batak Toba. Yayasan Obor Indonesia.

Siregar, T. M., Ginting, N. E. B., Trisnadi, N. I. S., Hutapea, S. S., & Lumbanggaol, S. E. A. (2024). Idiom-idiom Kematian pada Suku Batak Toba. Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(1), 126-132.

Sitompul, G. (2024). Analysis of the “Sijagaron” Symbol in the Saur Matua Traditional Ceremony of the Batak Toba Tribe. Asian Journal of Applied Education (AJAE), 3(4), 415-426.

Taylor, S. E. (2012). Health psychology (8th ed.). McGraw-Hill.

Vergouwen, J. C. (2004). Masyarakat dan hukum adat Batak Toba (terj.). LKiS. (Karya asli diterbitkan 1933)

Veenhoven, R. (2012). Happiness: Also known as “life satisfaction” and “subjective well-being.” In K. C. Land, A. C. Michalos, & M. J. Sirgy (Eds.), Handbook of social indicators and quality of life research (pp. 63–77). Springer.

Downloads

Published

31-01-2026

How to Cite

Makna Budaya Upacara Saur Matua terhadap Subjective Well-Being Anggota Keluarga pada Komunitas Adat Batak Toba. (2026). Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences, 4(1), 111-120. https://doi.org/10.61994/jipbs.v4i1.1528