Efektivitas Psikoedukasi Berbasis Komunitas untuk Menurunkan Intensitas Penggunaan Gadget dan Internet Pada Anak
DOI:
https://doi.org/10.61994/jpss.v4i1.1589Keywords:
Kecanduan gadget, Kontrol diri, Pola asuh konsistenAbstract
Kecanduan gadget di Kelurahan KTG, Kota Malang, merupakan isu krusial yang ditandai dengan munculnya gejala withdrawal berupa kemarahan dan kegelisahan saat akses internet terputus, serta penurunan kualitas interaksi sosial pada anak. Penelitian ini bermaksud untuk menguji efektivitas psikoedukasi berbasis komunitas dalam menurunkan intensitas penggunaan gadget dan internet pada anak. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen (one-group pretest-posttest design) untuk melihat dampak intervensi pada kelompok sasaran. Partisipan dalam penelitian ini melibatkan 65 anak berusia 10–12 tahun yang teridentifikasi memiliki kecenderungan penggunaan gadget berlebihan. Instrumen pengukuran yang digunakan mencakup observasi, wawancara, serta kuesioner terstandar Internet Addiction Test (IAT) dan Smartphone Addiction Scale–Short Version (SAS-SV). Teknik analisis data dilakukan melalui analisis statistik deskriptif dan komparatif untuk mengevaluasi perubahan tingkat kecanduan sebelum dan sesudah pemberian perlakuan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya psikoedukasi yang mengintegrasikan pelatihan kontrol diri (self-control) bagi anak dan penyuluhan pola asuh bagi orang tua efektif dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi serta pengendalian diri subjek. Meskipun perubahan perilaku permanen membutuhkan waktu yang lebih panjang, intervensi ini secara signifikan meningkatkan kesadaran partisipan dalam membatasi waktu penggunaan layar. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan bagi pihak Kelurahan bersama lembaga masyarakat seperti PUSPAGA dan PKK untuk menyelenggarakan program pendampingan berkelanjutan guna memperkuat konsistensi pola asuh di tingkat mikrosistem keluarga.
References
Ariyanti, S. W., & Syahrani, D. (2023). Sosialisasi internet positif untuk anak usia sekolah dasar di SD Negeri 2 Ngemplak. Jurnal Bina Desa, 5(1), 66–70. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jurnalbinadesa
Arthy, C. C., dkk. (2019). Indonesian version of addiction rating scale of smartphone usage adapted from Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV) in junior high school. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 7(19), 3235–3239. https://doi.org/10.3889/oamjms.2019.691
Aulia, R., & Putrikita, K. A. (2025). Psikoedukasi pola pengasuhan di era digital pada anak. Indonesian Research Journal on Education, 5(1), 1109–1114. https://irje.org/index.php/irje
Bandura, A. (1977). Self-efficacy: The exercise of control. W. H. Freeman and Company.
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.
Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Harvard University Press.
Davis, R. A. (2001). A cognitive-behavioral model of pathological Internet use. Computers in Human Behavior, 17(2), 187–195. https://doi.org/10.1016/S0747-5632(00)00041-8
Griffiths, M. (2005). A ‘components’ model of addiction within a biopsychosocial framework. Journal of Substance Use, 10(4), 191–197. https://doi.org/10.1080/14659890500114359
Kurniasanti, K. S., dkk. (2019). Internet addiction: A new design of digital literacy community-based intervention. Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy, 20(3), 133–139.
Mardawani, Seran, E. Y., Marganingsih, A., & Dewiwati, E. (2024). Penguatan kontrol diri siswa dari kecanduan gadget di SMP Nusantara Indah. SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 153–162. https://doi.org/10.55681/swarna.v3i2.1172
Mulyati, D. S., & Nurhayati, S. (2020). Manajemen penyuluhan parenting untuk mengurangi kecanduan gadget anak–anak usia sekolah RW 30 Cimindi Hilir Cimahi Selatan. Jurnal Comm-Edu, 3(3), 253–260.
Niklova, M., Sevcik, J., & Simsikova, A. (2023). Internet addiction among primary school pupils. AD ALTA: Journal of Interdisciplinary Research, 176–180.
Putra, E. D., & Utami, M. (2022). Sosialisasi bahaya penggunaan gadget pada anak sekolah dasar. JPMTT (Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Terbarukan), 2(2), 64–68.
Siste, K., dkk. (2021). Validation study of the Indonesian internet addiction test among adolescents. PLOS ONE, 16(2), e0245833. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0245833
Walgito, B. (2010). Bimbingan dan konseling kelompok (Ed. Revisi). Andi Offset.
Wicaksono, P. (2024). Pengaruh psikoedukasi berbasis neuro linguistic programming terhadap tingkat adiksi gawai pada anak. Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), 10(3), 444–453.
Young, K. S. (2011). CBT-IA: The first treatment model to address Internet addiction. Journal of Cognitive Psychotherapy, 25(4), 304–312. https://doi.org/10.1891/0889-8391.25.4.304.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Clarista Agustina Milo Weo, Suhadianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









