Psikoedukasi Regulasi Emosi pada Anak Broken Home di Sanggar Kegiatan Belajar Kota X

Authors

  • Mulisida Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia
  • IGAA Noviekayati Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia
  • Tatik Imadatus Sa’adati Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61994/jpss.v4i1.1637

Keywords:

Kesejahteraan Psikologis, Peserta Didik SKB, Psikoedukasi , Pola Asuh, Regulasi Emosi

Abstract

Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan emosional peserta didik di SPNF SKB Kota X serta pelaksanaan intervensi berbasis psikoedukasi sebagai upaya peningkatan kemampuan regulasi emosi. Latar belakang penelitian didasari oleh temuan adanya kesulitan anak dalam mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi yang berkaitan dengan dinamika keluarga, khususnya pola asuh yang kurang konsisten dan kondisi keluarga tidak harmonis. Metode yang digunakan berupa asesmen kualitatif melalui observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan kuesioner persepsi anak terhadap orang tua. Berdasarkan hasil asesmen, intervensi dilakukan pada tiga level, yaitu anak, orang tua, dan guru. Intervensi kepada anak dilaksanakan melalui psikoedukasi regulasi emosi, sementara orang tua memperoleh psikoedukasi pola asuh efektif disertai buku saku, serta guru mendapatkan penguatan peran pendampingan psikologis awal. Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan kesadaran emosi, keberanian mengekspresikan perasaan, serta pemahaman awal strategi regulasi emosi yang lebih adaptif. Meskipun demikian, perubahan perilaku memerlukan penguatan berkelanjutan melalui dukungan keluarga dan sekolah. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi kolaboratif dalam mendukung kesejahteraan psikologis peserta didik pendidikan nonformal.

 

References

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice-Hall.

Baumrind, D. (1971). Current patterns of parental authority. Developmental Psychology, 4(1), 1–103. https://psycnet.apa.org/record/1971-08150-001

Bordbar, F., & Faridhosseini, F. (2010). The effect of psycho-education on emotional problems. Procedia – Social and Behavioral Sciences, 5, 219–223. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2010.07.075

Bowlby, J. (1969). Attachment and loss: Vol. 1. Attachment. Basic Books.

Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development. Harvard University Press.

Chiquelo, L. R., et al. (2011). Psychoeducation and family support: Implications for emotional development. Journal of Family Psychology.

Erikson, E. H. (1950). Childhood and society. W. W. Norton & Company.

Goleman, D. (1995). Emotional intelligence. Bantam Books.

Gross, J. J. (1998). The emerging field of emotion regulation. Review of General Psychology, 2(3), 271–299. https://psycnet.apa.org/record/1998-04200-007

Thompson, R. A. (1994). Emotion regulation: A theme in search of a definition. Monographs of the Society for Research in Child Development.

Wahyuni, S., et al. (2024). The effectiveness of psychoeducation in improving students’ emotional awareness. Journal of Educational Psychology.

Downloads

Published

29-03-2026

How to Cite

Mulisida, IGAA Noviekayati, & Tatik Imadatus Sa’adati. (2026). Psikoedukasi Regulasi Emosi pada Anak Broken Home di Sanggar Kegiatan Belajar Kota X. Journal of Psychology and Social Sciences, 4(1), 120-135. https://doi.org/10.61994/jpss.v4i1.1637