Konsep Diri, Kesejahteraan Spiritual, dan Pengalaman Perceraian Orang Tua pada Remaja: Tinjauan Psikologi Agama

Authors

  • Indah Rise Universitas Kristen Satya Wacana
  • Yulius Yusak Ranimpi Universitas Kristen Satya Wacana
  • Mariska Lauterboom Universitas Kristen Satya Wacana

DOI:

https://doi.org/10.61994/jpss.v3i1.899

Keywords:

Perceraian Remaja , Konsep Diri , Kesejahteraan Spiritual

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana konsep diri dan kesejahteraan spiritual remaja yang orang tuanya bercerai dari perspektif psikologi agama. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi serta pengumpulan data dengan cara wawancara. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Hubermen, yaitu tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa perceraian disebabkan oleh masalah ekonomi.  Dampaknya pada remaja setelah perceraian adalah mereka mengalami konsep diri yang rapuh, hambatan spiritual dan hambatan dalam pertumbuhan fisik. Meskipun demikian, mereka tetap optimis dengan adanya usaha untuk mengoptimalkan kelemahannya sehingga mereka bisa mengalami pertumbuhan dalam kehidupan spiritual dan membangun pandangan baik terhadap dirinya. Selain itu mereka mampu mengelola emosi sesuai dengan kondisi yang mereka hadapi. Hal tersebut tidak terlepas dari dukungan dan motivasi yang mereka terima dari orang-orang terdekatnya.

References

Abror, K. (2017). Hukum Perkawinan dan Perceraian. LADANG KATA.

Aiba, A. J., Wullur, M. M., & Kapahang, G. L. (2024). Gambaran Konsep Diri Remaja Dari Keluarga Broken Home Di Desa Rerer Kabupaten Minahasa Dan Di Kelurahan Talete Satu Kota …. Baku Beking Pande …, 1(1). http://ejurnal.unima.ac.id/index.php/b2p/article/view/9116%0Ahttp://ejurnal.unima.ac.id/index.php/b2p/article/download/9116/5025

Alyaa Prameswari, S., & Muhid, A. (2022). Dukungan Sosial Untuk Meningkatkan Psychological Well Being Anak Broken Home: Literature Riview. Jurnal Psimawa, 5(1), 1–9. https://doi.org/10.36761/jp.v5i1.1600

Ariani, A. I. (2019). Dampak Perceraian Orang Tua Dalam Kehidupan Sosial Anak. Phinisi Integration Review, 2(2), 257. https://doi.org/10.26858/pir.v2i2.10004

Attu, J., Eting, S., & Indri, I. (2023). ANALISIS PEDAGOGI KRISTEN TERHADAP PERKEMBANGAN SPIRITUALITAS ANAK PADA KELUARGA BROKEN HOME. 5(1), 50–58.

Campbell, R. (2006). How to really parent Your Child Panduan menjadi Orang Tua Idaman. Visimedia.

Dariyo, A. (2004). Memahami Psikologi Perceraian dalam Kehidupan Keluarga. Jurnal Psikologi, 2(2), 94–100. http://download.portalgaruda.org/article.php?article=62924&val=4564

Diananda, A. (2019). Psikologi Remaja Dan Permasalahannya. Journal ISTIGHNA, 1(1), 116–133. https://doi.org/10.33853/istighna.v1i1.20

Endrawan, N. (2019). MAKNA KELUARGA BAGI REMAJA KORBAN PERCERAIAN (Studi Kasus di Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya). iii.

Fisher, J. (2000). Being Human, Becoming Whole: Understanding Spiritual Healty and Well-Being. 3.

Hafiza, S., & Mawarpury, M. (2018). Pemaknaan Kebahagiaan oleh Remaja Broken Home. Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi, 5(1), 59–66. https://doi.org/10.15575/psy.v5i1.1956

Hartanti, S., & Salsabila, V. (2020). Analisis Kondisi Fisik Dan Psikis Terhadap Anak Korban Broken Home. Seminar Nasional Edusainstek FMIPA UNIMUS, 4, 563–570. https://ejurnal.ips.ac.id/index.php/JE

Imron, A. (2016). Memahami Konsep Perceraian dalam Hukum Keluarga. BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender Dan Anak, 1(1), 15–27. https://doi.org/10.22515/bg.v1i1.66

Irani, L. C., & Laksana, E. P. (2018). Konsep Diri dan Keterbukaan Diri Remaja Broken Home yang Diasuh Nenek. 685–692.

Irawan, R. R., Asrina, A., Kesehatan, P., Masyarakat, I. K., Masyarakat, F. K., & Muslim, U. (2020). Pembentukan Konsep Diri Remaja ( Studi Pada Remaja Korban Perceraian Orang Tua ) Kota Makassar Tahun 2020. 01(02), 48–58.

Jersilld, A. T. (1965). The Psychology of Adolescence. The Macmillan Company.

Khairunnas Rajab. (2012). Psikologi Agama (F. Wati (ed.)). Aswaja Pressindo.

Knight, J. F. (2004). Jadi Kamu Sudah Remaja? Indonesia Publishing House.

Kristian, W. A., Octavianus, S., & ... (2020). Potret Perilaku Anak Korban Perceraian Orang Tua Di Dusun Bumiayu. SAGACITY Journal of …, 44–55. http://jurnal.sttsangkakala.ac.id/index.php/sagacity/article/view/5%0Ahttp://jurnal.sttsangkakala.ac.id/index.php/sagacity/article/download/5/4

Lestari, S. (2012). Psikologi Keluarga Penanaman nilai dan penanganan konflik dalam keluarga. Kencana.

Lie, F., Ardini, P. P., Utoyo, S., & Juniarti, Y. (2019). Tumbuh Kembang Anak Broken Home. Jurnal Pelita PAUD, 4(1), 114–123.

Mahendra, J. P., Rahayu, F., & Ningsih, B. S. (2022). Dampak Keluarga Broken Home Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun (Studi Kasus Di Tk Sedesa Tegal Maja Lombok Utara). JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala, 7(2), 562–566. https://doi.org/10.58258/jupe.v7i2.3824

Marsela, R. D., & Supriatna, M. (2019). Kontrol Diri: Definisi dan Faktor. Journal of Innovative Counseling , 3(2), 65–69. http://journal.umtas.ac.id/index.php/innovative_counseling

Matondang, A. (2014). Faktor-faktor yang mengakibatkan perceraian dalam perkawinan. Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Sosial Politik UMA, 2(2), 141–150. http://ojs.uma.ac.id/index.php/jppuma

Mclntire, R. W. (2005). Teenargers and Parents: 10 Langkah Menciptakan Hubungan yang Lebih Baik. Kanisius.

Murdiyanto, E. (2020). Metode Penelitian Kualitatif (Sistematika Penelitian Kualitatif). In Bandung: Rosda Karya. http://www.academia.edu/download/35360663/METODE_PENELITIAN_KUALITAIF.docx

Nadapdap, M. L., Julianto, S., & Kristiantoro, S. (2024). Perspektif Spiritualitas Remaja Korban Perceraian Orang Tua Di Hkbp Sigumpar. Jurnal Gamaliel: Teologi Praktika, 6(1), 47–61.

Nadya Paramitha, Nuraeni, N., & Setiawan, A. (2019). Sikap Remaja Yang Mengalami Broken Home : Studi. Jmcrh, 3(3), 137–149.

Niken, A. (2016). Peran Penting Konsep diri dalam membentuk track Record. Salemba Humanika.

Noni, & Aviani, Y. I. (2022). Studi Fenomenologis: Pengalaman Remaja Broken Home. 2(3), 1030–1037.

Polii, M. (2021). Peran Keluarga terhadap Peningkatan Spiritual Remaja pada Masa Pandemi Covid 19. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 6(1), 31–45. https://doi.org/10.30648/dun.v6i1.386

Prayitno, I. (2020). Perkembangan Anak: Masalah dan solusinya. Penerbit Erlangga.

Purwanto, M. D., & Hendriyani, R. (2021). Tumbuh dari Luka: Gambaran Post-Traumatic Growth pada Dewasa Awal Pasca Perceraian Orang Tua. Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah, 12(2), 185–197. https://doi.org/10.15294/intuisi.v12i2.24697

Putri, D. E., & , Dahlia Novarianing, and B. P. (2023). Kematangan Emosi Remaja Pada Keluarga Broken Home. 2, 36–42.

R.B. Burn. (1993). Konsep Diri Teori, pengukura, perkembangan dan perilaku (S. Satyanegara (ed.)). Arcan.

Robinsin, P. W., Newby, T. J., & Hill, R. D. (1993). Tingkah Laku Negatif Anak. Arcan.

Saputra, D. S. (2017). Perkembangan Spiritual Remaja Sma Dharma Putra. Perkembangan Spiritual Remaja SMA Dharma Putra Jurnal Psikologi, 15(9), 60.

Sinaga, M. Harwansyah Putra., Yasri, A., Nadila, O. R., Geopani, A., & Thasfa, S. A. (2023). Faktor Penyebab Perceraian dan Dampaknya Terhadap Psikis Anak. Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendekia, 2(3), 415–421. https://jurnal.penerbitdaarulhuda.my.id/index.php/NJPC/article/view/334

Suryana, E., Hasdikurniati, A. I., Harmayanti, A. A., & Harto, K. (2022). Perkembangan Remaja Awal, Menengah Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 8(3), 1917–1928. https://doi.org/10.58258/jime.v8i3.3494

Susanti, Y., Pamela, E. M., & Haryanti, D. (2018). Gambaran perkembangan mental emosional pada remaja description of emotional mental development in adolescent. Nurse Roles in Providing Spiritual Care in Hospital, Academic and Community, 38–44.

Umami, I. (2019). Psikologi Remaja. IDEA Press Yogyakarta.

Untari, I., Putri, K. P. D., & Hafiduddin, M. (2018). Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Kesehatan Psikologis Remaja. Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian, 15(2), 106. https://doi.org/10.26576/profesi.272

Wijayanti, U. T. (2021). Analisis Faktor Penyebab Perceraian pada Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Banyumas. Jurnal Ilmu Keluarga Dan Konsumen, 14(1), 14–26. https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.1.14

Wu, H. P., Wang, C. C., & Chiu, W. C. (2021). Adolescent athletes’ physical self-concept mediates the relationship between parental expectations and athletes’ sports achievement. Social Behavior and Personality, 49(7). https://doi.org/10.2224/sbp.10460

Yuni Novitasari, S. Y. (2017). PERBANDINGAN TINGKAT SPIRITUALITAS REMAJA BERDASARKAN GENDER DAN JURUSAN Yuni Novitasari 1 , Syamsu Yusuf LN 2 , dan Ilfiandra 2. Indonesian Jurnal Of Education Counseling, 1(2002), 163–178.

Downloads

Published

2025-05-01