Penetapan Batas Usia  Perkawinan  19 Tahun  Perspektif  Prinsip-prinsip Perkawinan  di Indonesia

Authors

  • Yola Septiana Anggraini Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Natasya Sakila Agustriani Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Sukma Fitri Triandari Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Prengki Okta Saputra Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Damar Antolin Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.61994/jsls.v3i3.1399

Keywords:

determination of marriage age, marriage age limit, marriage principles

Abstract

The establishment of the minimum age for marriage at 19 years for men and women through Law Number 16 of 2019 is a state response to the high practice of child marriage, which impacts reproductive health, psychological health, and the fulfillment of human rights. Although this regulation has been enacted, its implementation still faces various challenges, particularly the high number of requests for marriage dispensations that open up opportunities for underage marriage. This study aims to analyze the legal basis for setting a minimum age for marriage at 19 years and examine its relevance to the principles of marriage applicable in Indonesian marriage law. This study uses a qualitative method with a normative juridical approach, through a review of laws and regulations, legal doctrine, and relevant scientific literature. Data analysis techniques are carried out using descriptive qualitative techniques by interpreting legal norms systematically and contextually. The results of the study indicate that the determination of the age of 19 years is in line with the principles of marriage, including the goal of forming a happy and lasting family, the principle of monogamy, the physical and mental readiness of prospective brides and grooms, the principle of making divorce difficult, and the equality of rights and status of husband and wife. However, the weak regulations regarding marriage dispensations have prevented the legal protection of this age limit from being optimally achieved. This study concludes that the 19-year-old age limit normatively reflects the principles of marriage law in Indonesia, but requires strengthening of dispensation regulations and consistent law enforcement to effectively achieve the goals of child protection and family resilience.

References

Adib, M., Salwa, D., & Khairiyah, M. (2024). Tukar peran suami dan istri dalam rumah tangga perspektif hukum keluarga dan gender. Journal of Islamic and Law Studies, 8(1), 92–114.

Admin KPAI. (2018). Pendewasaan usia perkawinan diharapkan kurangi kematian ibu. Komisi Perlindungan Anak Indonesia. https://www.kpai.go.id/publikasi/pendewasaan-usia-perkawinan-diharapkan-kurangi-kematian-ibu

Anwar, W. A., Sururie, R. W., Fautanu, I., Wahyu, A. R. M., & Yaekaji, A. (2024). Perkawinan dini di era modern: Analisis relevansi, tantangan penetapan, dan implementasi batas minimal usia nikah. Diktum, 45–69.

Dewi, M. A. (2020). Tinjauan yuridis UU No. 16 Tahun 2019 menurut asas monogami dan hubungan hukum dalam perkawinan. Jurnal Ilmiah Hukum dan Dinamika Masyarakat, 17(2).

Fadilah, D. (2021). Tinjauan dampak pernikahan dini dari berbagai aspek. Jurnal Pamator: Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo, 14(2), 88–94.

Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 33–54.

Hariati, S. (2025). Prinsip usia perkawinan menurut Pasal 7 Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan. Jurnal Risalah Kenotariatan, 6(1), 105–117.

Hayati, N. (2005). Poligami dalam perspektif hukum Islam dalam kaitannya dengan Undang-Undang Perkawinan. Lex Jurnalica, 2(2), 45–58.

Heryanti, R. (2021). Implementasi perubahan kebijakan batas usia perkawinan. Jurnal Ius Constituendum, 6(1), 120–143.

Hidayat, T. (2022). Tinjauan sadd al-dzari’ah terhadap aturan batas usia minimal perkawinan di Indonesia. El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga, 5(1), 56–67.

Ilma, M. (2020). Regulasi dispensasi dalam penguatan aturan batas usia kawin bagi anak pasca lahirnya UU No. 16 Tahun 2019. Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 2(2), 133–166.

Khairunisa, A., & Winanti, A. (2021). Batasan usia dewasa dalam melaksanakan perkawinan: Studi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Justitia: Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora, 8(8), 774–784.

Munawar, A. (2015). Sahnya perkawinan menurut hukum positif yang berlaku di Indonesia. Al-‘Adl, 7(13), 225–240.

Munib, A. (2022). Kompilasi tujuan perkawinan dalam hukum positif, hukum adat, dan hukum Islam. Voice Justisia: Jurnal Hukum dan Keadilan, 6(2), 36–48.

Nartin, S. E., Faturrahman, S. E., Santoso, Y. H., Paharuddin, S. T., Utama, F. Y., Wico, J. T., & Eliyah, S. K. (2024). Metode penelitian kualitatif. Cendikia Mulia Mandiri.

Palupi, A. M., Septiandani, D., & Yulistyowati, E. (2021). Implementasi prinsip mempersulit perceraian dalam Undang-Undang Perkawinan: Studi kasus di Pengadilan Agama Kota Semarang. Jurnal Hukum Ekonomi Islam, 5(1), 1–15.

Syalis, E. R., & Nurwati, N. N. (2020). Analisis dampak pernikahan dini terhadap psikologis remaja. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 3(1), 29–39.

Usman, R. (2017). Makna pencatatan perkawinan dalam peraturan perundang-undangan perkawinan di Indonesia.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Penetapan Batas Usia  Perkawinan  19 Tahun  Perspektif  Prinsip-prinsip Perkawinan  di Indonesia (Y. S. Anggraini, N. . S. . . Agustriani, S. . F. . . Triandari, P. . O. . . Saputra, & D. . . Antolin , Trans.). (2025). Journal of Sharia and Legal Science, 3(3), 299-308. https://doi.org/10.61994/jsls.v3i3.1399