Konsep Pengelolaan Al-Shadr dalam Al-Qur’an dan Relevansinya terhadap Kesehatan Mental
Main Article Content
Abstract
Konsep Al-Shadr dalam Al-Qur'an merupakan kajian mendalam tentang aspek spiritual yang menjembatani dimensi fisik dan rohani manusia. Dimensi ini menjadi pusat penerimaan hidayah dan ketenangan batin. Al-Qur’an menggambarkan bahwa Al-Shadr dapat mencerminkan kondisi spiritual dan psikologis seseorang dalam relasinya dengan iman, pengetahuan, dan petunjuk Allah. Penelitian ini bertujuan untuk membedah konsep pengelolaan Al-Shadr dalam perspektif Al-Qur'an. Menggunakan metode penelitian pustaka, studi ini menganalisis berbagai sumber literatur termasuk buku, jurnal, dan artikel yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Al-Shadr memiliki beberapa variasi kata dengan makna yang berbeda: Shadran (keterbukaan hati), Shadrahu (kelapangan dada untuk menerima Islam), Shadraka (melapangkan dada dan mengisinya dengan iman), Shadri (doa untuk kelapangan dada), al-Shudur (pengetahuan Allah tentang isi dada), Shudurihim (pencabutan hal-hal dalam hati), dan Shudurikum (isi hati/dada). (2) Al-Shadr memiliki tiga fungsi utama yakni kelapangan dada, fungsi pemahaman, dan wadah rahasia (3) Pengelolaan Al-Shadr dalam Al-Qur'an mencakup mencakup lima aspek: memohon kelapangan, pembersihan, menjaga keimanan, menenangkan dengan dzikir, dan melindungi dari bisikan setan. Kontribusi penelitian ini dengan menyajikan kerangka konseptual pengelolaan Al-Shadr yang sistematis berdasarkan klasifikasi variasi makna dan fungsinya, sekaligus memberikan landasan teologis untuk pengembangan metode pembinaan spiritual berbasis Al-Qur'an.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
How to Cite
References
’Ashur, I. (1984). “Al-Tahrir wa Al-Tanwir”. (jilid 1). Al-Dar al-Tunisiyyah li al-Nasyr.
Abdul Jalal. (1998). “Ulumul Quran.”
Abduldaem, Kaheel. (2011). Al-Qur’an The Healing Book, II. Tarbawi Press.
Abu Abdullah Muhammad Al-Qurthubi. (2006). Al-Jami’ Li Ahkam Al-Qur’an. Ar-Risalah.
Abu Ja’far Muhammad Al-Tabari. (2001). Jami’ Al-Bayan ’an Ta’wil Ay Al-Qur’an. Dar Hajr.
Ahmad, Fatima & Richards, D. (2023). . “Neurological Bases of Spiritual Experiences.” Nature Neuroscience, hal. 45-52.
Al-Alusi. (n.d.). Ruh Al-Ma’ani (Jilid 17).
Al-Hakim al-Tirmidzi. (1995). Nawadir al-Usul fi Ma’rifat al-Rasul. In : Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Al-Razi. (n.d.). Mafatih Al-Ghaib (jilid 23).
Al-Sayih, A. A. R. tt. (n.d.). Muqaddimah al-Tahqiq” dalam Bayan al-Farq baina Al-Shadr w al-Qalb w al-Fu`ad w al-Lubb, al Hakim at-Tirmizi. Markaz al-Kitab li an-Nasyr.
Al-Suyuthi. (1974). “Al-Itqan fi Ulumil Quran.”
Al-Syaukani. (n.d.). Fath Al-Qadir (Jilid 1).
Al-Zamakhsyari. (n.d.). Al-Kasysyaf (Jilid 1).
Al Ghozali. (1990). Ihya’ Ulum al-Din. Dar al-Ma’rifah.
Amda, A. D., & Daheri, M. (2020). MAKNA SEMANTIK QALBU DALAM AL-QUR’AN. SYAIKHUNA: Jurnal Pendidikan Dan Pranata Islam STAI Syichona Moh. Cholil Bangkalan, 11(October), 190–210.
Anam, N., & Sholikhah, V. (2018). KONSTRUKSI PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS LADUNI QUOTIENT ( LQ ). April, 673–682.
Andi Khuzaimah Tamin. (2022). Telaah Konsep Otak dalam Al-Qur’an (Kajian Tafsir Ilmi Terhadap Kata Al Nasiyah dan Al Sadr. Tanzil: Jurnal Studi Al-Qur’an, 5.
Arafat, A. T. (2015). HAKIKAT HATI MENURUT AL-HAKIM AL-TIRMIZI Philosophy of Heart According to Al-Hakim Al-Tirmizi. Jurnal Balai Penelitian Dan Pengembangan Agama Semarang, Volume 01.
As-Sa’di. (n.d.). Taisir Al-Karim Ar-Rahman,.
Az-Zarkasyi. (n.d.). , “Al-Burhan fi Ulumil Quran.”
Az-Zuhaili. (2014). Tafsir Al munir. Gema Insani.
eva susilawati. (2022). MAKNA KATA Ṣ ADR DALAM Al-QUR’AN (PERSPEKTIF SEMANTIK TOSHIHIKO IZUTSU).
Fuad Mahbub Siraj. (2018). RELEVANSI KONSEP JIWA AL-GHAZALI DALAM PEMBENTUKKAN MENTALITAS YANG BERAKHLAK. INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi, 9 nomer 1.
Herlin Agustini. (2021). Konsep Abu Hamid al-Ghazali dan Robert Frager Tentang Hati. UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/57144/1/HERLIN.pdf
Ibnu Katsr. (n.d.). Tafsir Al-Qur’an Al-’Adhim (jilid 8).
Irda Mawaddah, S. (2017). Lafaz Qalb, Shadr dan Fu’ad dalam Al-Qur’an. 2(1), 14–30.
La Ode Abdul Rachmad Sabdin Andisiri, ArmanFaslih, M. Z. U. (2018). Transformasi Prinsip Ajaran Islam Tasawuf pada Bangunan Raha Bulelenga. EMARA:Indonesian Journal of Architecture, 4 no 2. https://jurnalsaintek.uinsa.ac.id/index.php/EIJA/article/view/416/335
McCraty, R. (2022). “Science of the Heart: Exploring the Role of the Heart in Human Performance.” HeartMath Institute, hal. 78-85.
Muhammad Fuad. Abdul Baqi. (2015). Al-Mu’jam Al-Mufahras Li Alfaz Al-Qur’an Al-Karim. Dar Al-Hadits.
“Neurocardiology: Anatomical and Functional Principles.” (2024). Oxford University Press, hal. 112-120.
Nurul Fadhila, E. P. W. dan Z. (2023). ANALISIS AYATKEIMANAN DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF TAFSIR SALMAN. KhtisarJURNAL PENGETAHUAN ISLAM, 3 no 1. https://ojs.iaisumbar.ac.id/index.php/ikhtisar/article/view/142/94
Priyanto, L. (2022). Al-Shadru dan Hubungannya dengan Psikologi Luky Priyanto. 7, 35–42. https://ejournal.unisbablitar.ac.id/index.php/jares/article/view/2224
Qayyim, I. (n.d.). Madarij As-Salikin (Vol. 2).
Quraish Shihab. (2002). Al-Qur’an dan Makna Kehidupan. Lentera hati.
quran.nu.or.id. (n.d.).
Sabuni, M. A. A. (n.d.). Shafwatut Tafasir (Jilid 4).
Sari, M. (2020). NATURAL SCIENCE : Jurnal Penelitian Bidang IPA dan Pendidikan IPA , ISSN : 2715-470X ( Online ), 2477 – 6181 ( Cetak ) Penelitian Kepustakaan ( Library Research ) dalam Penelitian Pendidikan IPA. 6(1), 41–53.
Sayyid Qutb. (2003). Terjemah “Fi Zilal Al-Qur’an”. (Jilid 1). Dar al-Syuruq.
Sri Wahyuni. (2017). KALIMAT SADR WA ISHTIQATIHA FI AL-QUR’AN AL KARIM (DIRASAH TAHLILIYYAH DALALIYYAH). Skripsi Thesis, UIN Sunan Kalijaga.
Sulaiman Muhammad Amir, Uqbatul Khoir Rambe, M. R. (2022). KUALITAS HADIS DAN PEMAHAMAN ULAMA TENTANG HATI. Shahih: Jurnal Ilmu Kewahyuan, 5(1), 73–91.
Takrip, Muhamad. et al. (2023). Tafsir Tarbawi: Perspective KH. Mishbah Musthafa about Islamic Education Values in QS. al-Inshirah. Tarbawiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan 7(1), 52-63. https://doi.org/10.32332/tarbawiyah.v7i1.5872