Citra Sahabat dalam Kitab Hadis: Analisis Historis dan Sosial

Main Article Content

Abdul Gofur

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika evolusi citra sahabat Nabi Muhammad SAW dalam literatur hadis dengan menekankan pengaruh konteks politik dan sosial yang turut membentuk serta merekonstruksi citra tersebut sepanjang sejarah Islam. Dalam tradisi keilmuan Islam klasik, sahabat umumnya dipandang secara ideal sebagai generasi terbaik yang memiliki integritas moral dan religius, sehingga konsep keadilan universal sahabat menjadi landasan utama dalam periwayatan hadis. Namun, perkembangan sejarah menunjukkan bahwa pandangan tersebut tidak terlepas dari dinamika sosial dan politik yang melingkupi pembentukan otoritas keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode historis dan analisis teks terhadap literatur hadis klasik, karya ulama ilmu hadis, serta kajian kontemporer yang membahas posisi sahabat dalam transmisi hadis. Analisis dilakukan dengan menelusuri perubahan wacana mengenai sahabat dari periode awal Islam hingga era modern, serta mengaitkannya dengan konteks historis yang melatarbelakangi kemunculan pandangan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra sahabat mengalami transformasi yang signifikan. Pada masa awal, sahabat diposisikan secara sangat idealis dan normatif. Seiring munculnya konflik politik, perbedaan mazhab, dan kebutuhan legitimasi kekuasaan, citra sahabat kemudian digunakan sebagai instrumen ideologis. Pada era modern, pendekatan kritis terhadap literatur hadis berkembang, ditandai dengan evaluasi ulang terhadap konsep keadilan sahabat dan penilaian kontekstual terhadap riwayat-riwayat yang melibatkan mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa citra sahabat dalam literatur hadis merupakan konstruksi historis yang bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor religius, politik, dan sosial. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan pendekatan historis-kritis dalam kajian hadis serta penyediaan kerangka analitis yang membantu memahami pembentukan otoritas periwayatan hadis secara lebih kontekstual dan komprehensif.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Gofur, A. (2026). Citra Sahabat dalam Kitab Hadis: Analisis Historis dan Sosial. Journal of Social Sciences, Arts, and Humanities, 1(1), 49-64. https://jurnal.dokicti.org/index.php/jssah/article/view/1566

References

Britannica Editors (2020, May 14). Companions of the Prophet. Encyclopedia Britannica. https://www.britannica.com/topic/Companions-of-the-Prophet

Demirel, S. (2011). The impact of ḥadīth perception on disputes between ahl al-Sunnah and al-Shī ‘ah al-Imāmiyyah al-Ithnā ‘Ashariyyah. Intellectual Discourse, 19(2). https://doi.org/10.31436/id.v19i2.196

Dozan, Wely & Zuliyadain, Zuliyadain. (2022). Matan Hadis Criticism Methodology Comparative Analysis between Muhammad Syuhudi Ismail and Muḥammad Al-Gazāliy. HUNAFA: Jurnal Studia Islamika 19 (2), 120-140. https://doi.org/10.24239/jsi.v19i1.656.120-140

El Khatib, A. S. (2018). Accounting standards for Islamic financial institutions in United Kingdom and Indonesia. Revista de Negócios, 21(2), 7-24. https://doi.org/10.7867/1980-4431.2016v21n2p7-24

Fu'ad Jabali, "The Companions of the Prophet: A Study of Geographical Distribution and Political Alignments." Journal of Islamic Studies 14, no. 1 (2003): 47-48. https://doi.org/10.1163/9789047401889

Hammami, N. (2014). Surah al-Ṣahābī fī Kutub al-Ḥadīth. al-Markaz al-Thaqāfī al-ʻArabī, 2014, 45-203.

Ibn Ḥajar al-ʿAsqalānī. (1980). Al-Iṣābah fī Tamyīz al-Ṣaḥābah. Beirut: Dār al-Kutub al-ʿIlmiyyah.

Juynboll, G. H. A. (1983). Muslim Tradition: Studies in Chronology, Provenance and Authorship of Early Hadith. Cambridge: Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511752155

Kaharuddin, K., & Syafruddin, S. (2018, March 7). Peran Sahabat Dalam Merekostruksi Keberadaan Hadis Nabi Muhammad Saw. Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman Dan Kemanusiaan, 1(2), 252-260. https://doi.org/https://doi.org/10.52266/tadjid.v1i2.49

Karaaslan, Nergis & Yazıcı, Hayati (2018). Revilement (al-Sabb) of Sahabah for Each Other and the Factors behind It. Tasavvur - Tekirdag Theology Journal 4 (2):876 - 899. https://philpapers.org/archive/KARRAO-4.pdf

Harahap, Radinal. (2018). Hadis Pada Masa Nabi Muhammad Saw Dan Sahabat. Al-Bukhari: Jurnal Ilmu Hadis 1(1), 37-51. https://doi.org/10.32505/al-bukhari.v1i1.441

Kurniawan, M. R. (2017). Konsep Keberagaman Muhajirin dan Anshar. Journal of Islamic Studies and Humanities, 2(1), 105–127. https://doi.org/10.21580/jish.21.2518

Rahmatullah, M. (2014). Kepemimpinan Khalifah Abu Bakar Al-Shiddiq. Jurnal Khatulistiwa – Journal of Islamic Studies, 4(2), 197–204. https://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/khatulistiwa/article/view/260?

Rohman, Thofiqur, Ulul Huda & Hartono Hartono. (2019). Methodology of Hadith Research: The Study of Hadith Criticism. Journal of Hadith Studies, 2(1), 73–84. https://doi.org/10.32506/johs.v2i1.26

Zulfikar, Eko. (2020). “Otentisitas dan validitas hadis dalam perspektif ulama modern”. Jurnal Studi Hadis Nusantara 2(2), 194-218. https://doi.org/10.24235/jshn.v2i2.7652