Epistemologi Asbābun Nuzūl Bassam Jamal: Antara Narasi Imajinatif dan Realitas Historis

Main Article Content

Roisah Fathiyatur Rohmah

Abstract

Kajian asbābun nuzūl merupakan bidang yang menarik untuk diteliti, sebagaimana terlihat dalam karya Bassam Jamal berjudul Asbābun nuzūl ‘Ilman min ‘Ulūm al-Qur’ān. Ia memandang asbābun nuzūl sebagai disiplin yang dapat berdiri mandiri dan tidak harus selalu menjadi bagian dari ‘ulūm al-Qur’ān, sekaligus menantang asumsi bahwa kajian ini muncul semata-mata dari perkembangan ilmu-ilmu al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan mengkaji aspek imajinasi dan histori dalam asbābun nuzūl yang terdapat dalam karya Bassam amal. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research), dengan menggunakan pendekatan deskriptif-analitis untuk memahami konsep, argumentasi, serta relevansi pemikiran Bassam Jamal dalam kajian asbābun nuzūl kontemporer. Adapun hasil dari penelitian ini adalah aspek imajinasi dipahami melalui pendekatan antropologi agama yang berfungsi menjelaskan struktur budaya dan sistem makna. Sejumlah riwayat memuat unsur imajinatif, seperti fenomena gaib (malaikat, Nabi Muhammad, dan setan) serta fenomena alam (terbelahnya bulan, halilintar, hujan, dan air yang memancar dari batu). Sementara itu, aspek historis dianalisis melalui rekonstruksi peristiwa masa lalu dan pemahaman dinamika sejarah yang melatarbelakangi riwayat tersebut. Dimensi ini berkaitan erat dengan kajian maghāzī serta aktivitas dakwah Nabi Muhammad bersama para sahabat, sehingga menunjukkan bahwa asbābun nuzūl memiliki dimensi kultural dan historis yang kompleks.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Rohmah, R. F. (2026). Epistemologi Asbābun Nuzūl Bassam Jamal: Antara Narasi Imajinatif dan Realitas Historis. Journal of Social Sciences, Arts, and Humanities, 1(2), 82-96. https://jurnal.dokicti.org/index.php/jssah/article/view/1670

References

Al-Massri, A. (2000). Imagination and the Qurʾān in the Theology of ‘Oneness of Being. Arabica 47, 47(3), 523–535. http://www.jstor.org/stable/4057568

Al-Qurthubi. (1996). al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, Cet. Ke 5. Dar Kutub al-Ilmiah.

Al-Wahidy, A. bin A. (1998). Asbab an-Nuzul. Dar al-Kutb al-Imiah.

Arkoun, M. (1987). Islamic Thought. Al-Anmaa Al-Qawmi Center.

ar-Razi. (n.d.). at-Tafsir al-Kabir, cet. Ke 3, Jilid 29. Dar Ihya’ at-Turats al-Arabiy.

as-Suyuthi, J. A. (1951). Al-ltqon fi Ulumil Qur’an. Musthafa al-Babi al- Halabi.

ash Shiddieqy, T. M. H. (2009). Ilmu-ilmu al-Qur’an, cet. 3. Pustaka Rizki Putra.

as-Suyuthi. (2000). Al-Itqān fī ‘Ulūm Al-Qur’ān, Juz 1. Dar Kutub al-Ilmiah.

at-Tijaniy, A. as-Syaikhi. (1437). Syubhat al-Hudatsiyiin Haula Asbabin Nuzul Basam Jamal Namudzijan. Ma’had al-Islamiy as-Syathibiy, 22, 153–212.

Damanik, A., Mahendra, A., Lubis, A. M., Nasution, A. H. (2024). Dimensions of Islamic Theology: Analysis of Theological Verses Based on Asbab al-Nuzul. Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama 25(1). 61-72. https://doi.org/10.19109/jia.v25i1.22147

Dar al-Masyriq. (1991). Mu’jam al-Lahut al Kuttabiy.

Des Chene, M. (1996). Symbolic Anthropology. In Encyclopedia of Cultural Anthropology. David Levinson and Melvin Ember eds. Henry Holt.

Geertz, C. (1973). The Impact of the Concept of Culture on the Concept of Man. In The Interpretation of Cultures. Basic Books.

Jamal, B. (2005). Asbābun nuzūl Ilman min Ulumil Qur’an. al-Markaz al-Saqafi al-Arabi.

Jeffrry, A. (2007). The Foreign Vocabulary of the Qur’an. Brill.

Mohases, M., & Khodamardi, R. (2022). Analysis of Bassam al-Jamal Approach to the Causes of Revelation of Quranic Verses. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 9(5), 356–368. http://dx.doi.org/10.18415/ijmmu.v9i5.3772

Mustafa, N., Miswar, A., & Basri, H. (2025). Kronologi Pewahyuan Al-Qur’an: Rekonstruksi Epistemologis dan Metodologis Asbāb al-Nuzūl dalam Perspektif Klasik dan Kontemporer. Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir Dan Pemikiran Islam, 6(3), 1696–1706.

Nisa’, W. K. (2015). Asbab al-Nuzul terhadap Qira’at (Telaah atas Kitab Asbab al-Nuzul Ilman min Ulum al-Qur’an karya Bassam Jamal [Skripsi, UIN Sunan Kalijaga]. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6479/

Sa’ad, I. (1994). at-Tabaqat al-Kubra, cet. Ke 1. Dar al-Fikr.

Shalih, S. (1988). Mabahis fî ‘Ulûm al-Qur’ân. Dâr al-‟Ilm al-Malâyîn.

Syakur, Muh. A., Abubakar, A., & Mahfudz, M. (2025). Ayat-Ayat Imajinasi dalam Al-Qur’an: Sebuah Tafsir Tematik. Journal of Innovative and Creativity, 5(3), 31280–31288. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i3.4699

Tristara, A. (2023). Antropolog Sebut Imajinasi sebagai Kekuatan Utama Manusia Menjalani Hidup. Nuonline. https://www.nu.or.id/nasional/antropolog-sebut-imajinasi-sebagai-kekuatan-utama-manusia-menjalani-hidup-heX9o

Turner, V. (1967). The Forest of Symbols: Aspects of Ndembu Ritual. Cornell University Press.

Zayd, N. H. A. (2004). Critique of religious discourse. Yadavaran.