Hermeneutika Khaled Abou El-Fadl: Antara Otoritas, Negosiasi, dan Etika Penafsir
Main Article Content
Abstract
Artikel ini bertujuan mengkaji hermeneutika Khaled Abou el-Fadl dengan menitikberatkan pada persoalan otoritas dalam penafsiran, relasi dialektis antara teks, pengarang, dan pembaca, serta upaya penelusuran pesan moral al-Qur’an melalui lima etika penafsir yang ia tawarkan. Pemikirannya mendorong umat Islam untuk bersikap kritis terhadap kecenderungan penafsiran otoritarian yang mengklaim sebagai representasi tunggal nilai Tuhan. Dengan menggunakan metode kualitatif dan analisis kritis terhadap karyanya Speaking In God’s Name, didapati kesimpulan bahwa hermeneutika Khaled Abou el-Fadl berfokus pada isu otoritas, relasi dialektis antara teks, pengarang, dan pembaca, serta upaya menelusuri pesan-pesan moral melalui formulasi lima etika penafsir. Pendekatan ini mengajak umat Islam untuk bersikap kritis terhadap praktik penafsiran yang bersifat otoritarian, yakni ketika suatu interpretasi diklaim sebagai representasi murni dari kehendak Tuhan tanpa membuka ruang dialog dan evaluasi kritis. Artikel ini berkontribusi dalam memperkaya diskursus metodologi tafsir dengan menawarkan pendekatan yang lebih etis, reflektif, dan bertanggung jawab secara intelektual.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
How to Cite
References
Abduh, M. (2022). KHALED M. ABOU EL FADL: Menuju Pembacaan Otoritatif Atas Hadis Nabi Melalui Hermeneutika Negosiatif. Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis, 12(2), 116–131. https://doi.org/10.24252/tahdis.v12i2.21105.
Abdullah, M. A. (2020). Multidisiplin, Interdisiplin, & Transdisiplin Metode Studi Agama & Studi Islam di Era Kontemporer. IB Pustaka.
Abou, K. M., & Fadl, E. L. (2013). Hermeneutika Negosiatif. Addin, Vol 7(No 2), 249–272.
Alsaleh, A. (2020). The Concept of Riḍā in the Qur’an: Popular Misunderstanding and the Westernization of Jews and Christians. LONDON; WASHINGTON : International Institute of Islamic Thought, In Vishanoff D. (Ed.), Islamic Law and Ethics, (pp. 136-161).
Ay, M. (2017). Carnegie Endowment for International Peace OFFICIAL ISLAM IN THE ARAB WORLD The Contest for Religious Authority.
Baihaqi, N. N. (2021). Hermeneutika Khaled Abou El Fadl; Analisis dan Kritik Tipologi Islam Moderat dan Islam Puritan. Tajdid, 28(2), 212–232.
Damanuri, A. (1997). Hermeneoutika negosiatif khaled abou el fadl. 10, 176–177.
Dunn, Shannon and Kellison, R. (2018). At the Intersection of Scripture and Law : Qur ’ an 4 : 34 and Violence against Women Author ( s ): Shannon Dunn and Rosemary B . Kellison Source : Journal of Feminist Studies in Religion , Vol . 26 , No . 2 ( Fall 2010 ), pp . 11-36 Published by : Indian. 26(2), 11–36.
Fathony, A. (2019). Hermeneutika Negosiatif Khaled Abou El Fadl: Menangkal Otoritarianisme Tafsir Agama dalam Hukum Islam. AT-TURAS: Jurnal Studi Keislaman, 6(1), 116–141. https://doi.org/10.33650/at-turas.v6i1.558
Hanif, M. (2017). Hermeneutika Hans-Georg Gadamer Dan Signifikansinya Terhadap Penafsiran al-Quran. MAGHZA: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, 2(1), 93-108.
Ikhwan, M. (2016). Tafsir Al-Quran dan Perkembangan Zaman: Merekonstruksi Konteks dan Menemukan Makna. Nun: Jurnal Studi Alquran Dan Tafsir Di Nusantara, 2(1), 1–23.
Islam, F. F. (2016). Konsep Otoritas Dan Otoritarianisme Penafsiran Khâled M. Abou El-Fadl. Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman, 4(1), 30-42.
Khaleed Abou el-Fadl. (2008). No TitleМаркетинг по Котлеру.
Majid, A. (2017). Hermeneutika hadis gender (Studi pemikiran Khaled M. Abou El Fadl dalam buku Speaking in God’s Name: Islamic Law, Authority and Women). Al-Ulum, 17(2), 423–450.
Mughni, S. A. (2023). Dinamika Intelektual Islam Pada Abad Kegelapan. IRCiSoD.
Mun’im, A. R. Z. (2018). Islam Puritan VS Islam Moderat (Menapak Gagasan Khaled Abou el Fadl dalam The Great Thefl: Wrestling Islam from Extremists). AT-TURAS: Jurnal Studi Keislaman, 5(2), 225–244. https://doi.org/10.33650/at-turas.v5i2.434
Nuruddin, A. (2024). Pendekatan hermeneutika negosiatif-otoritatif Speaking in God’s Name: Islamic Law, Authority, and Women pemikiran Khaled M. Abou El Fadl. Discovery: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 9(1), 45–59. https://doi.org/10.33752/discovery.v9i1.6022.
Ricoeur, P. (1981). Hermeneutics and The Human Sciences. Cambridge University Press.
Rusli, R. (2009). Gagasan Khaled Abu Fadl Tentang “Islam Moderat Versus Islam Puritan (Perspektif Sosiologi Pengetahuan). Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin, 8(1), 99-123.
San, J. E. (1967). “Orientations Of Max Weber’s Concept of Charisma.” The Centennial Review 11, no. 2, (1967), 270–85. JSTOR, http://www.jstor.org/stable/23738015.
Siswanto, A. H. (2014). Hermeneutika negosiatif khaled abou el-fadl; menjunjung otoritas teks sekaligus membatasi otoritarianisme. Education.
Slater, A. M. (2020). Relationality And The Gadamerian “Horizontverschmelzung”: Khaled Abou El Fadl. ReOrient, 6(1), 47–64. https://doi.org/10.13169/REORIENT.6.1.0047
Sofyan, M. (2017). Konsep Hermeneutika Otoritatif Khaled Abou El-Fadl. Kalam, 9(2), 373. https://doi.org/10.24042/klm.v9i2.337
Spring, A. (2023). Khaled Abou El Fadl. The Myth of Middle East Exceptionalism: Unfinished Social Movements, 317.
Suhendra, A. (2015). Telaah hermeneutika hadith Khaled M. Abou El-Fadl dalam Speaking God’s Name: Authority and Women. Ulumuna, 19(2), 309–334. https://doi.org/10.20414/ujis.v18i2.885.
Zahrani, H. (2023). Pendekatan Hermeneutika dalam Pengkajian Islam. SALIHA: Jurnal Pendidikan Islam, 6(2), 171-196. https://doi.org/10.54396/saliha.v6i2.662.
Zulfikar, E., Hafizh, A. A., Aini, A. F., Tambunan, S., & Inthizam, K. M. (2025). An Interreligious Dispute on the Controversial Case of Elia Myron’s Correction to Tafsir: An Analysis Based on Kim Knott’s Framework. Afkar: Jurnal Akidah dan Pemikiran Islam, 27(2), 253-288. https://doi.org/10.22452/afkar.vol27no2.8.