Implementasi Program Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk Pemberdayaan Perempuan di Desa Bitis
Keywords:
TOGA, Pemberdayaan Perempuan, KKN, Kesehatan Masyarakat, Pembangunan DesaAbstract
Masyarakat Desa Bitis mayoritas bermata pencaharian sebagai petani karet dan jamur, namun pemanfaatan pekarangan rumah untuk menunjang kesehatan keluarga masih terbatas. Pengetahuan perempuan mengenai Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tergolong rendah dan masyarakat masih bergantung pada obat-obatan kimia untuk keluhan kesehatan ringan. Padahal, TOGA berpotensi menjadi alternatif pengobatan alami yang ekonomis dan mudah dibudidayakan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan dalam pemanfaatan TOGA melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan budidaya, kesadaran kesehatan alami, serta partisipasi aktif perempuan dalam pengelolaan TOGA. Kegiatan pelatihan berbasis praktik terbukti mampu meningkatkan kapasitas teknis masyarakat dalam mengelola sumber daya lokal. Studi terbaru menunjukkan bahwa pelatihan budidaya tanaman herbal berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi dan kemandirian ekonomi perempuan di tingkat rumah tangga.
References
Yani, F. A. (2023). Kearifan Lokal Dalam Pemberdayaan Dan Pemanfaatan
Tanaman Obat Keluarga ( Toga ) Untuk Meningkatkan Kesehatan
Masyarakat ( Studi Literatur ). 1(2).
Angela, E., Ananta, A., Ramadhan, A. R., Rizky, M., Lestari, S., & Wijaya, R.
(2023). Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Sebagai
Alternatif Pengobatan Alami di Desa XYZ. Jurnal Pengabdian Masyarakat
Indonesia, 3(2), 123-130.
Harefa, K. (2020). Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk Kesehatan
Keluarga di Desa XYZ. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 12(1), 45-52.
Anonim. (2013). Buku saku petunjuk pemanfaatan TOGA (Tanaman Obat
Keluarga). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Handayani, R., Sari, M., & Utami, N. (2021). Partisipasi masyarakat dalam program
pemberdayaan kesehatan berbasis komunitas. Jurnal Pemberdayaan
Masyarakat, 6(3), 210–219.
Hewlings, S. J., & Kalman, D. S. (2020). Curcumin: A review of its effects on
human health. Foods, 9(1), 1–11.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Laporan Nasional Pelayanan
Kesehatan Tradisional. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
(2021). Panduan Program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka. Jakarta:
Kemendikbudristek.
Rahman, M., Syafitri, A., & Lestari, D. (2022). Peran KKN dalam pemberdayaan
masyarakat desa berbasis partisipatif. Jurnal Pengabdian kepada
Masyarakat, 8(3), 210–219.
Sari, M., & Handayani, R. (2023). Pemberdayaan perempuan melalui pemanfaatan
sumber daya lokal. Jurnal Pembangunan Sosial, 9(1), 55–64.
Angela, L., Putri, W. M., Aulia, U., & Saputri, T. (2023). PEMANFAATAN
TANAMAN TOGA DALAM UPAYA. 03(01), 19–22.
Harefa, D. (2020). Pemanfaatan Hasil Tanaman Sebagai Tanaman Obat Keluarga
( TOGA ). 2(2), 28–36. https://doi.org/10.35970/madani.v1i1.233
Siregar, M., Aryunda, D., Putri, A., Agustien, S., & Ariga, P. (2024). Pentingnya
Ketersediaan Tanaman Obat Keluarga ( TOGA ) Untuk Menghindari
Penggunaan Obat Kimia Secara Konsumtif.
6(2).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ulviana Meilawati, Muhammad Rendi Sagita, M.Ryan Kusumah, Fehlirrah Bunga Apriana, Jimmy Saputra Az, Elya Erlita, Muthia Aisyah, Della Susanti, Nadila Afrilia, Lala Jesika, Atalia Filma Delvina, Puji Elyani, Ramawati, Andieni Aprilyne Laurensia, Siti Rochmiyatun

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JUMPUTAN : Jurnal Multidisiplin Pengabdian Masyarakat by https://jurnal.dokicti.org/index.php/jumputan/index
is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International Licensel




