Efektivitas Teknik Differential Reinforcement of Alternative Behavior Menggunakan Squishy terhadap Perilaku Mengelupas Kulit Bibir Mahasiswa

Authors

  • Mutiara Farasya Adinda Universitas Muhammadiyah Malang
  • Hadriyatini Aprilia Aisyah Putri Universitas Muhammadiyah Malang
  • Dini Permana Sari Universitas Islam Depok
  • Nurkharimah Vielayaty Universitas Muhammadiyah Malang

DOI:

https://doi.org/10.61994/jipbs.v4i1.1485

Keywords:

Differential Reinforcement of Alternative Behavior, Body-Focused Repetitive Behavior, Modifikasi Perilaku, Perilaku Mengelupas Kulit Bibir, Single Subject Design, Mahasiswa

Abstract

Salah satu perilaku maladaptif yang sering muncul pada mahasiswa yaitu kebiasaan mengelupas kulit bibir. Perilaku ini termasuk dalam Self-Injury dan body-focused repetitive behavior (BFRB) yang biasa dilakukan secara berulang, terutama individu merasa bosan, cemas atau kurang terlibat dalam aktivitas tertentu.Permasalahan ini ditemukan pada mahasiswa berusia 18 tahun yang memiliki kebiasaan mengelupas kulit bibir dalam aktivitas sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan teknik differential reinforcement of alternative behavior (DRA) dalam menurunkan frekuensi perilaku mengelupas kulit bibir dengan menggunakan squishy sebagai perilaku alternatif. Metode yang digunakan adalah single subject design dengan pemantauan perilaku secara berkelanjutan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara semi terstruktur, dan self-report untuk mencatat frekuensi perilaku harian. Penerapan intervensi dilakukan dengan memberikan penguatan positif pada perilaku alternatif yaitu memainkan squishy saat dorongan mengelupas kulit bibir muncul. berdasarkan hasil pemantauan, ditemukan adanya penurunan frekuensi pada perilaku mengelupas kulit bibir setelah melakukan intervensi. Hasil ini menunjukkan bahwa teknik differential reinforcement of alternative behavior (DRA) dengan menggunakan squishy dapat membantu mengurangi kebiasaan mengelupas kulit bibir.

References

Apriyanti, Y., Lorita, E., & Yusuarsono. (2019). Kualitas pelayanan kesehatan di pusat kesehatan masyarakat Kembang Seri Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah. Jurnal Professional FIS UNIVED, 6(1), 72–80. https://doi.org/https://doi.org/ 10.37676/professional.v6i1.839

Arief, M. M., Hermina, D., & Huda, N. (2022). Teori habit perspektif psikologi dan pendidikan Islam. Ri’ayah: Jurnal Sosial Dan Keagamaan, 7(01), 62–74. https://doi.org/https://doi.org/10.32332/riayah.v7i1.4849

Azizah, K. N., & Hartanto, A. P. (2024). Hubungan dukungan keluarga dengan perilaku maladaptif mahasiswa BKI UIN Raden Mas Said Surakarta. Jurnal Komunikasi Dan Konseling Islam, 4(2), 133–150.

Firmansyah, A. H., Damayanti, T. A., Noza, A. Z., & Habsy, B. A. (2024). Application of differential reinforcement of alternative behavior to reduce self-injury behavior in high school adolescents in surabaya. Dedikasi Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 130–136. https://doi.org/https://doi.org/10.58545/djpm.v3i2.273

Houghton, D. C., Alexander, J. R., Bauer, C. C., & Woods, D. W. (2018). Body-focused repetitive behaviors: More prevalent than once thought? Psychiatry Research, 270, 389–393. https://doi.org/10.1016/j.psychres.2018.10.002

Kim, H. S., Seo, Y. W., Lee, Y., Lee, C. M., Kim, D. H., Kim, M., & Lim, M. H. (2025). Non-suicidal self-injury in college students: Differences between the subject group and comparison group. Psychiatry International, 6, 1–12. https://doi.org/ 10.3390/psychiatryint6010009

Luthfi, M., Yaunin, Y., Rustam, E., Liza, R. G., Ilmiawati, C., & Yulistini, Y. (2025). Prevalensi dan faktor risiko self-injury pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Andalas angkatan 2021 dan 2022. 48(4), 400–411.

Martin, G., & Pear, J. (2015). Behavior modification what it is and how to do it (A. Dodge (ed.)). Pearson Education, Inc.

Moritz, S., Gallinat, C., Weidinger, S., Bruhns, A., Lion, D., Snorrason, I., Keuthen, N., Schmotz, S., & Penney, D. (2022). The generic BFRB Scale-8 (GBS-8): A transdiagnostic scale to measure the severity of body-focused repetitive behaviours. Behavioural and Cognitive Psychotherapy, 50, 620–628. https://doi.org/ 10.1017/S1352465822000327

Ni’matuzahroh, & Prasetyaningrum, S. (2025). Observasi: Teori dan aplikasi dalam psikologi (4th ed.). UMMPress.

Okumuş, H. G., & Akdemİr, D. (2023). Body focused repetitive behavior disorders: Behavioral models and neurobiological mechanisms. Turk Psikiyatri Dergisi, 34(1), 50–59. https://doi.org/10.5080/u26213

Siddiqui, E. U., Naeem, S. S., Naqvi, H., & Ahmed, B. (2012). Prevalence of body-focused repetitive behaviors in three large medical colleges of karachi: A cross-sectional study. BMC Research Notes, 5, 1–6. https://doi.org/10.1186/1756-0500-5-614

Skinner, B. F. (2014). Science and human behavior. Pearson Education, Inc.

Spielberger, C. (2004). Encycopedia of applied psychology “attachment.” In Human Relations.

Downloads

Published

31-01-2026

How to Cite

Efektivitas Teknik Differential Reinforcement of Alternative Behavior Menggunakan Squishy terhadap Perilaku Mengelupas Kulit Bibir Mahasiswa. (2026). Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences, 4(1), 101-110. https://doi.org/10.61994/jipbs.v4i1.1485