Reinforcement Tangible dan Sosial sebagai Strategi Peningkatan Kepatuhan Olahraga Mahasiswa

Authors

  • Alban Hogantara Universitas Muhammadiyah Malang
  • Aqila Putri Amelda Universitas Muhammadiyah Malang
  • Dini Permana Sari Universitas Islam Depok
  • Nurkharimah Vielayaty Universitas Muhammadiyah Malang

DOI:

https://doi.org/10.61994/jipbs.v4i2.1514

Keywords:

Positive Reinforcement , Tangible Reward, Kepatuhan Olahraga, Modifikasi Perilaku, Mahasiswa

Abstract

Inaktivitas fisik di kalangan mahasiswa sering kali diperburuk oleh tuntutan akademik dan kurangnya gratifikasi instan dari kegiatan olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan frekuensi olahraga pada seorang mahasiswa yang mengalami penurunan motivasi akibat kesibukan kuliah. Menggunakan pendekatan modifikasi perilaku berbasis Operant Conditioning, penelitian ini menerapkan intervensi Positive Reinforcement yang mengkombinasikan penguatan sosial (pujian verbal) dan penguatan nyata/tangible (hadiah berupa kopi) yang diberikan segera setelah sesi latihan berakhir. Intervensi dilakukan selama dua minggu dengan jadwal tiga kali seminggu (Jumat, Sabtu, dan Minggu), sedangkan hari Senin hingga Kamis ditetapkan sebagai hari istirahat. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan (adherence) mencapai 100%, di mana subjek berhasil menyelesaikan seluruh sesi yang dijadwalkan. Gratifikasi segera yang diberikan melalui hadiah kopi, diperkuat dengan pujian sosial, terbukti sangat efektif dalam mengatasi resistensi awal berupa rasa malas pada subjek. Meskipun demikian, temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun reinforcer nyata efektif untuk perubahan perilaku jangka pendek, pemeliharaan perilaku jangka panjang memerlukan transisi bertahap menuju motivasi intrinsik untuk mencegah ketergantungan pada hadiah eksternal.

References

Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-T

André, N., Grousset, M., & Audiffren, M. (2024). A behavioral perspective for improving exercise adherence. Sports Medicine – Open, 10, Article 56. https://doi.org/10.1186/s40798-024-00714-8

Arianto, B., & Rani, S. M. (2024). Teknik wawancara dalam metode penelitian kualitatif. Borneo Novelty Publishing.

Azwar, S. (2017). Metode penelitian psikologi (Edisi II). Pustaka Pelajar.

Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice Hall.

Bhowmik, C. (2018). Positive reinforcement: The influence of positive reinforcement on students in physical education. International Journal of Yogic, Human Movement and Sports Sciences, 3(2), 1077–1082. https://doi.org/10.22271/yogic.2018.v3.i2p.1690

Fishbein, M., & Ajzen, I. (2010). Predicting and changing behavior: The reasoned action approach. Psychology Press. https://doi.org/10.4324/9780203838020

Girard, J. M., & Cohn, J. F. (2016). A primer on observational measurement. Assessment, 23(4), 404–413. https://doi.org/10.1177/1073191116635807

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, & World Health Organization. (2020). Physical activity guidelines.

Martin, G. L., & Pear, J. J. (2015). Behavior modification: What it is and how to do it (10th ed.). Psychology Press. https://doi.org/10.4324/9781317345831

Naismith, H., Dhillon, H. M., Hunter, J., et al. (2025). “I’ve got plenty of energy when I’m doing something I want to do”: Applying self-determination theory to exercise motivation in people with prostate cancer. Supportive Care in Cancer, 33, Article 347. https://doi.org/10.1007/s00520-025-09410-z

Ni’matuzahroh, & Prasetyaningrum, S. (2025). Observasi: Teori dan penerapan dalam psikologi. Universitas Muhammadiyah Malang.

Pratiwi, L. A. D. (2023). Memahami perilaku kurangnya aktivitas olahraga pada wanita pekerja kantoran dengan pendekatan teori Health Belief Model. Jurnal Surya Medika, 9(2), 63–68. https://doi.org/10.33084/jsm.v9i2.5667

Setyowati, A., Chung, M. H., & Yusuf, A. (2019). Development of self-report assessment tool for anxiety among adolescents: Indonesian version of the Zung self-rating anxiety scale. Journal of Public Health in Africa, 10(s1), Article 1172. https://doi.org/10.4081/jphia.2019.1172

Shahibah, A. (2025, October 8). Mahasiswa jadi peserta didik yang paling jarang olahraga. GoodStats Data. https://data.goodstats.id/statistic/mahasiswa-jadi-peserta-didik-yang-paling-jarang-olahraga-WeBkd

Skinner, B. F. (1953). Science and human behavior. Macmillan.

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (2nd ed.). Alfabeta.

Taufikkurrachman, T., Wardathi, A. N., Rusdiawan, A., Sari, R. S., & Kusumawardhana, B. (2021). Olahraga kardio dan tabata: Rekomendasi untuk menurunkan lemak tubuh dan berat badan. Jendela Olahraga, 6(1), 197–212. https://doi.org/10.26877/jo.v6i1.7469

Temel, A. S., Tükel, Y., & Akçakese, A. (2024). Goal orientation as a predictor of perceived physical literacy among fitness participants: Application of achievement goal theory. Journal of Educational Studies and Multidisciplinary Approaches, 4(2), 69–84. https://doi.org/10.51383/jesma.2024.106

Williams, H., et al. (2012). Children and adolescents’ affective responses to physical activity. https://hdl.handle.net/10871/9826

Downloads

Published

11-02-2026

How to Cite

Reinforcement Tangible dan Sosial sebagai Strategi Peningkatan Kepatuhan Olahraga Mahasiswa. (2026). Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences, 4(2), 121-129. https://doi.org/10.61994/jipbs.v4i2.1514